07 Agu 2017 09:43

Pembunuhan di Sulut Mengerikan

MyPassion

MANADO—Aksi menghilangkan nyawa makin mengerikan di Sulut. Masyarakat wajib waspada. Aparat harus bertindak tegas. Guna menimbulkan efek jera bagi pelaku.

 

Bukan tanpa alasan, sesuai data dihimpun Manado Post, April hingga Agustus, ada sekira 23 warga tewas terbunuh. Baik luka-luka akibat tusukan dan sabetan senjata tajam (lihat grafis, red). Bahkan, meski masih awal Agustus, data yang dirangkum sudah lima warga tewas. Jarak waktu berdekatan. Jumlah kasusnya sama di Bulan Juli.

Banyaknya rangkaian peristiwa memiriskan tersebut, membuat Pakar Hukum Pidana Toar Palilingan MH angkat bicara. Dia meminta petugas menghukum berat pelaku. Seperti kasus-kasus pembunuhan sadis sebelumnya, ada yang dihukum seumur hidup. “Bahkan kalau perlu hukuman mati,” tegas Palilingan, kemarin. “Mungkin motifnya beda-beda. Tapi apapun motifnya, tetap pembunuhan sadis sudah sepantasnya dihukum setimpal,” sorot akademisi Universitas Sam Ratulangi ini.

 

 

Dosen Psikologi Unima Deetje Solang mengatakan, bisa saja pelaku pembunuhan punya kelainan kepribadian. Menurutnya, hal ini bisa disebabkan karena sifat antisosial yang mungkin dimiliki pelaku. “Selain itu, bisa cenderung ke psikopat. Membunuh itu menjadi kesenangan tersendiri. Atau ketika dia merasa terancam, dapat mendorong dia menyakiti bahkan sampai menghabisi nyawa orang lain tanpa memikirkan akibatnya,” papar Solang.

Solang menyebutkan, pembunuhan yang terjadi bisa saja karena stimulan situasi sulit. Terkesan malu dan tegang, ketika pelaku dipergoki atau ketahuan tindakannya. Sehingga, ketika kehendaknya dihalangi, dia cenderung marah. Lalu, melakukan apa saja yang sudah di luar kontrolnya. “Reaksinya jadi impulsif. Apa saja ia akan lakukan tanpa mau tahu lagi apa yang akan terjadi nanti,” jelasnya.

Ketidakmampuan seseorang mengontrol emosi saat tegang, dapat mengindikasikan adanya gangguan mental kepribadian. Tapi, ungkap Solang, perlu data yang lebih lengkap lagi sebelum dapat menyimpulkan. Namun, terkait jenis penanganan orang semacam itu menurutnya, bukan hanya sebatas pada hukum tertulis saja. “Sangat perlu penanganan klinis psikologi seperti rehabilitasi mental dan psikolog pendamping atau psikiater. Tergantung keadaan yang bersangkutan (pelaku),” nilainya.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Ibrahim Tompo menyebutkan, penyebab pembunuhan di Sulut macam-macam. Namun yang paling dominan biang keroknya karena pengaruh minuman keras (miras). “Ada juga faktor kecemburuan, dendam terhadap korban, dan faktor lainnya. Ada yang direncanakan dan tidak. Itu yang sering diakui para tersangka kala diperiksa penyidik,” beber Tompo.

Senjata tajam, lanjut perwira tiga melati, paling banyak dipakai pembunuh menghabisi korbannya. “Seperti pisau dapur, pisau badik, samurai dan peralatan lainnya yang membahayakan nyawa orang lain,” katanya. “Makanya, kami akan mengusut sampai tuntas. Sebab tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka,” janji Tompo, eks Wadirreskrimsus Polda Maluku Utara.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulut Kombes Pol Untung Sudarto ikut membenarkan. Menurutnya, para pelaku kebanyakan menghabisi nyawa korban dengan senjata tajam. “Para pelaku kebanyakan langsung diringkus tim gabungan. Kita tidak main-main dalam kasus ini,” tutur Untung, perwira tiga melati. Katanya, hal ini dibuktikan dalam sejumlah pengungkapan kasus yang dilakukan Polda dan jajaran. “Ketika ada peristiwa, kita langsung kembangkan untuk mengejar pelakunya,” tandas Sudarto.

Sementar itu, sejumlah peristiwa pembunuhan yang dirangkum harian ini. Di antaranya 14 Juni, korbannya Novita Poluan (39), warga Kelurahan Girian Atas, Kecamatan Girian, Bitung. Pelakunya IS, berhasil diringkus sehari setelah kejadian. Selanjutnya terjadi di Manado; Joan Palit (29) jadi korban, jasadnya ditemukan mengapung di Perairan Aru, Kecamatan Bunaken, Jumat (16/6) dengan kondisi penuh luka tikaman dan tangan nyaris putus, pelakunya AP (30-an), warga Likupang Timur, Minahasa Utara.

Kemudian, menimpa Maikel Mandagi (21), warga Kelurahan Airmadidi, Minut; ia tewas ditikam tetangganya FK (17), Minggu (25/6) tak jauh dari kelurahan korban. Sehari kemudian, warga Desa Pinabetengan Utara, KecamatanTompaso Barat, Minahasa dibuat gempar. Max Pesik secara keji dibunuh YL alias Yoppi.

Memasuki bulan Juli, warga Minut, tepatnya di Desa Rinondoran, Kecamatan Likupang Timur juga dibikin geger. Anton Loway, Minggu (2/7) meninggal dunia setelah dibunuh RH alias Robbi (36). Keduanya tinggal di Rinondoran. Masih di Minut, peristiwa kali ini berpindah ke Desa Tatelu, Kecamatan Dimembe. Rabu (5/7), Masri Pasambuna (40), penambang asal Desa Pangiang Barat, Kecamatan Pasi Timur, Bolmong, dibunuh oleh pelaku yang saat ini misterius identitasnya.

Korban selanjutnya seorang dosen Unsrat, George Moningka (55). Peristiwa memilukan ini terjadi di kediaman korban di Kelurahan Ranomut, Paal Dua, Manado, Jumat (7/7). Tak butuh waktu lama bagi polisi, tersangka yang diketahui sopir pribadinya langsung diringkus sehari kemudian di wilayah Lolak, Bolmong.

Korban kedelapan yaitu Arter Pinontoan (27), warga Paal Empat. Kejadiannya Sabtu (8/7). Dirinya tewas bersimbah darah di Kelurahan Taas setelah jadi korban penikaman di bagian perut oleh pelaku misterius. Yang terakhir terjadi di Wilayah Hukum Polres Bitung. Syamsiah Tambah (65), warga Kelurahan Pateten Sati, Kecamatan Aertembaga ditemukan tewas, Minggu (9/7). Pelakunya diketahui adalah FB alias Fajrin masih 17 tahun. Tersangka diringkus di Kabupaten Minahasa Selatan, saat hendak melarikan diri ke Gorontalo.

Yang terbaru Sabtu (5/8) pekan lalu. Dalam sehari ada dua nyawa melayang. Korbannya Jefri Lumingkewas. TKP di Bitung dengan tersangka JI alias Aman, korban diketahui ditusuk Aman di dalam kendaraan merek Livina. Kemudian, peristiwa ini terjadi di Pulai Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Sitaro. Korbannya HM (50) dengan tersangka PT alias Pilu (38). Penyebabnya hanya karena masalah sepele. Tersangka datang meminta daging ayam yang sementara dimasak korban. Namun diduga korban mengeluarkan kalimat kasar. Tersangka yang masih bersaudara dengan HM ini kalap mata, dirinya langsung membantai korban dengan parang. (gnr/vip)

Komentar
Kirim Komentar