07 Agu 2017 10:46
Tilly Kasenda Nahkoda Partai Damai Sejahtera

Keke Sulut Pertama Ketum Parpol

MyPassion
ARNA BARU: Ketua Umum Partai Damai Sejahtera (PDS) Tilly Kasenda usai pelantikan di Gedung IS Plaza, Jakarta Pusat. Foto: Rangga/MP

Setelah lama tidak terdengar, Partai Damai Sejahtera (PDS) kembali hadir di kanca politik Indonesia. Dengan keabsahan pengurus baru, di bawah komando Ketum Tilly Kasenda.

 

Laporan: Rangga Mangowal, Jakarta

MUNGKIN ini yang pertama. Seorang keke Sulut menjabat ketua umum (ketum) partai politik (parpol). Dia adalah Tilly Kasenda, Ketum PDS yang baru dikukuhkan bersama pengurus lainnya di IS Plaza, Jakarta Pusat, Sabtu (5/8). Tilly adalah istri dari mantan KSAL Rudolf Kasenda.

"Terima kasih kepada seluruh pengurus dan anggota di seluruh Indonesia. Perjuangan kita bersama sampai saat ini bukan hanya kuat kita saja. Namun juga karena pertolongan Tuhan. Mari kita bergandengan tangan terus untuk membawa PDS sampai ke depannya," ungkap Tilly dalam sambutan.

Menurutnya, masih banyak tantangan dan perjuangan yang akan dihadapi PDS. Terlebih menghadapi pemilu 2019. "Itulah sebabnya, semoga kita terus diberikan kekuatan dan kesehatan oleh Tuhan untuk bekerja sampai melewati tahapan-tahapan serta tantangan yang ada. Semoga PDS selalu rukun dan menjadi rumah aspirasi umat Tuhan di seluruh Indonesia," tegasnya.

Tilly pun berpesan kepada keke-keke di Sulut untuk terus mengejar cita-cita setinggi langit. Karena menurutnya, perempuan Sulut hebat-hebat dan terpelajar.

"Saya lahir di Manado, tapi orang tua saya dari Tomohon tepatnya Desa Saronsong. Saya melihat ternyata banyak sekali potensi-potensi para perempuan Sulut. Ada yang hebat dalam hal seni bahkan sampai pada bidang politik. Itulah sebabnya saya termotivasi, kemudian dengan amanah serta dukungan suami dan tentunya kehendak Tuhan, akhirnya saya bisa sampai pada saat ini," ujarnya.

Namun, dia tidak menutup mata juga, banyak keke-keke yang terjerumus ke jalan yang salah. “Faktanya seperti itu. Contoh banyak perempuan Sulut yang menikah dini dan terjerumus human trafficking. Ini tentu menjadi atensi kita sebagai sesama warga Sulut,” katanya.

Dia ingin, keke-keke Sulut menyadari diri sangat berharga dan terus mengembangkan potensi. “Apalagi keke-keke Sulut cantik-cantik. Jadi tentunya harus berbarengan dengan wawasan tinggi. Mengetahui potensi diri, kuatnya di mana itu yang ditonjolkan. Prestasi harus terus di tingkatkan agar bisa sukses ke depannya," jelasnya.

Dia juga meminta Gereja harus ikut ambil bagian. "Peran Gereja sangat besar untuk memberikan motivasi serta masukkan-masukkan yang baik agar para keke-keke Sulut tidak mengambil jalan pintas untuk meraih sukses. Dan tentunya peran keluarga dan lingkungan yang mendukung,” katanya.

Sekedar diketahui, sebelumnya Sekjen PDS Sonny Setiawan menjelaskan, PDS sudah lama berdiri di Indonesia. Namun karena ada masalah di masa lampau sehingga terhalang langkahnya. "Ini bukan deklarasi, namun pengukuhan terkait keluarnya Surat Keterangan (SK) Menteri Hukum dan HAM mengenai Keabsahan pengurus Partai PDS. Kenapa di tahun 2017? Itu karena selama dua tahun memang banyak tahapan yang harus dilewati. Namun puji syukur Tuhan beri kesempatan kami ada saat ini," ungkapnya. (*)

Kirim Komentar