01 Agu 2017 09:56
Budget 350 Miliar, Kenalkan PT SMI ke DPRD

Bangun RSUD, Pemprov Pinjam Uang

MyPassion
DIUSULKAN: Tim eksekutif dipimpin Sekprov Edwin Silangen mengenalkan PT SMI ke pimpinan DPRD dan fraksi, kemarin. Foto: Angel Rumeen/MP

MANADO—Pemprov Sulut berencana membangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan rumah sakit balai mata. Senin (31/7) kemarin, tim eksekutif dipimpin Sekprov Edwin Silangen menggelar pertemuan dengan DPRD Sulut. Poin yang dibahas adalah terkait pinjaman daerah untuk membangun RSUD dan Rumah Sakit Balai Mata.

 

Dijelaskan Sekprov, pihaknya mengundang PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), perusahaan pembiayaan infrastruktur, terkait rencana pembangunan dua rumah sakit tersebut. “PT SMI ini saham pemerintah. Kami mengundang untuk menjelaskan mengenai cara kerja mereka yang memberi pinjaman lunak,” beber Silangen.

Nantinya, lanjut Sekprov, akan ada analisis finansial terkait rencana pinjaman tersebut. “Saya berharap DPRD bisa menerima usulan tersebut. Karena bisa dikatakan ini salah satu alternatif pembiayaan yang murah, di samping memakai APBD. Kan membangun rumah sakit memang butuh anggaran dari APBD. Terserap dari APBD. Sama saja dengan pembiayaan seperti ini. Bedanya ini pakai bunga,” papar Silangen. Dia melanjutkan, bunga per tahun 7,5 persen, flat. “Kita berharap usulan diterima. Ini juga sudah dipakai 31 pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota. Sulut memang belum,” tandasnya.

Sementara itu, dalam pertemuan tersebut PT SMI belum bisa memberi penjelasan lebih. Menurut Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, pengajuan dari eksekutif tersebut akan dibahas dalam panitia khusus (pansus) atau tim kecil yang akan dibentuk DPRD. “Kami tentu akan mengkaji ini dan dibahas di tim atau pansus,” beber Angouw.

Di samping itu, pertemuan yang menghadirkan para pimpinan fraksi dan komisi serta wakil ketua DPRD tersebut, umumnya peserta rapat meminta penjelasan lebih lanjut mengenai rencana pembangunan rumah sakit. Seperti yang disampaikan Wakil Ketua DPRD Stefanus Vreeke Runtu.

“Kita harus pikirkan sebaik-baiknya. Karena sanksinya jika kita tak bisa membayar angsuran DAU yang dipotong,” sebutnya. Sedangkan Ketua Fraksi PDI-P Teddy Kumaat meminta ada penjelasan profit dari rumah sakit. Diketahui, Pemprov sedang membangun RSUD yang berlokasi di RS Ratumbuysang saat ini.(gel)

Kirim Komentar