25 Jul 2017 09:52
Melihat Gaya Hidup Baru Warga Manado di KONI Sario

Sehat Itu Murah dengan Berlari

MyPassion
SERU RAME-RAME: Banyak warga Manado berolahraga lari di lapangan KONI Sario, kemarin. Olahraga lari sudah menjadi gaya hidup. Foto: Reza Mangantar/MP

Lari kini menjadi gaya hidup atau life style. Banyak masyarakat semakin senang dan gemar berolahraga lari. Lapangan KONI Sario salah tempat favorit banyak warga untuk lari.

 

Laporan: Chintya Rantung

SIAPA bilang sehat itu mahal? Sehat itu murah! Sakit yang mahal. Karena untuk sehat cukup rutin berolahraga. Olahraga tidak perlu yang mahal-mahal. Ada yang murah, simple, dan tetap sehat: lari. Lari kini menjadi gaya hidup masyarakat urban, termasuk di Manado.

Olahraga ini bisa dinikmati semua kelompok usia, baik orang tua hingga anak-anak. Entah di lapangan atau di jalan, olahraga ini bisa dilakukan. Perlengkapan yang diperlukan hanya sepatu dan pakaian olahraga. Simple.

Di Manado memiliki banyak tempat untuk dijadikan tempat lari atau jogging. Beberapa tempat yang sering digunakan warga yaitu lapangan KONI Sario, kawasan Mega Mas, dan lapangan Sparta Tikala.

Seperti di lapangan KONI, setiap pagi dan sore banyak warga lari di situ. Salah satunya Christian Lumintang, karyawan salah satu bank pelat  merah.

Menurutnya, olahraga murah ini sudah rutin dia lakukan. “Saya mulai lari  ketika mendapat sakit dua tahun lalu. Setelah sembuh, saya meniatkan diri untuk rutin berolahraga. Karena kalau sakit sangat menyiksa dan menguras biaya. Selama seminggu dua kali saya lari,” katanya.

Awalnya Christian ingin berolahraga gym. Tapi karena pertimbangan waktu dan biaya, dia lebih memilih olahraga lari. “Saya biasanya lari di lapangan KONI atau di kawasan Mega Mas,” ujarnya.

Lanjut dia, dengan rutin berlari, yang kini sudah dilakoninya selama satu setengah tahun, kondisi tubuh makin bugar. “Saya lebih fit saat beraktivitas ke tempat kerja. Apa lagi saya kerjanya di lapangan yang membutuhkan stamina lebih,” terangnya.

Rio Supit, salah satu pelajar SMA juga mengaku senang berolahraga lari. Setiap sore dia rutin lari di lapangan KONI. “Saya datang bersama keluarga atau lain kali bersama teman-teman. Kalau libur, saya rutin lari pagi dan sore. Tetapi kalau sudah masuk sekolah kebanyakan hanya sore saja,” ungkapnya.

Menurutnya, memilih olahraga lari karena tidak ribet dan murah. “Yang dibutuhkan hanya sepatu dan air minum, tapi sudah bisa sehat,” katanya.

Enal Maramis, warga Kelurahan Karombasan mengatakan dia lari sudah sejak SMA. “Tempatnya pun berpindah-pindah. Kalo saya punya banyak waktu pasti saya datang ke lapangan KONI atau kawasan Mega Mas. Tapi kalo lagi sibuk saya hanya olahraga di lingkungan kompleks rumah. Kebetulan di samping rumah ada lapangan dan kadangkalah hanya memakai sandal jepit saya lari di sana,” jelasnya.

Bagi Enal, tidak ada alasan untuk tidak berolahraga lari. “Karena selain murah dan sederhana, olahraga ini menyehatkan, banyak membakar kalori, stamina dan bentuk tubuh juga makin prima,” tutupnya. (***)

Kirim Komentar