17 Jul 2017 15:34
Dikritisi Soal Perppu No.2/2017

Wiranto: Kalau Tak Setuju, Berikan Jalan Keluar

MyPassion
Wiranto

MANADOPOST- Pemerintah mengaku tidak mengerti dengan jalan pikiran sejumlah orang setelah Perppu Nomor 2/2017 tentang Ormas dikeluarkan. 

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengeluhkan dengan sikap masyarakat yang selalu memandang miring pemerintah. Menurutnya,penerbitan Perppu ini dilakukan justru untuk mencegah timbulnya dan semakin banyaknya ormas anti-Pancasila.

"Pemerintah tidak hadir ribut, sekarang pemerintah hadir (mengeluarkan Perppu) juga ribut," ujar Wiranto dalam ‎konfrensi pers di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (17/7).

Menko Pulhukam  meminta pola pikir masyarakat yang seperti itu harus dihilangkan. Tidak perlu tiba-tiba menuduh pemerintah melanggar demokrasi dalam mengeluarkan Perppu Ormas.

Bagi masyarakat yang tidak puas dengan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah,  bisa mengedepankan dialog dengan dirinya. Bila tidak setuju,  ungkapkan juga dengan solusinya, tambahnya,.

"Kalau tidak setuju berikan jalan keluar, jangan teriak-teriak pemerintah seperti orde baru," tegasnya.

Diketahui, Perppu Pembubaran Ormas ini muncul sebagai salah satu cara pemerintah untuk membubarkan organisasi masyarakat anti-Pancasila. Salah satunya Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Pemerintah sempat mempertimbangkan jalan pengadilan untuk membubarkan ormas anti-Pancasila. Namun, jalur itu dinilai terlalu panjang dan berliku.‎(cr2/JPG)

Kirim Komentar