17 Jul 2017 15:29

Miras Penyebab Utama Kasus Kriminalitas

MyPassion
Ilustrasi

TONDANO—Masalah minuman keras (Miras) masih menjadi penyebab utama tindakan kriminal di wilayah hukum Polres Minahasa. Tercatat, sejak Januari-Juni, tindakan kriminalitas menyentuh angka 411 kasus pidana.

“Kasus yang menonjol yaitu pidana penganiayaan, pengrusakan, dan penipuan. Itu kasus yang dominan terjadi sejak awal tahun," beber Kapolres AKBP Syamsubair. Selain kasus kriminal, lanjut Syamsubair, untuk kecelakaan lalu lintas, sepanjang tahun ini pihaknya menerima laporan sebanyak 24 kasus. “Korban meninggal sebanyak delapan orang dan korban luka 16 orang,” tambah Syamsubair.

Dipaparkan mantan penyidik Mabes Polri ini, tingginya angka kriminalitas disebabkan beberapa faktor. Namun Miras diakuinya jadi faktor utama. "Pemberantasan peredaran Miras memang jadi prioritas kami, Karena itu, warga harus berperan aktif melaporkan tempat-tempat jual beli miras ilegal yang hingga kini meresahkan masyarakat," harapnya.

Selain faktor Miras, lanjutnya, pemicu tindakan kriminalitas juga bisa disebabkan oleh media sosial (Medsos). Syamsubair menjelaskan, postingan-postingan yang kerap memiliki ujaran kebencian, bisa memicu tindakan kriminal. “Ada beberapa laporan yang masuk yaitu ujaran kebencian dan penyebaran berita bohong (hoax). Masyarakat harus tahu bahwa sekarang sudah ada undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Di dalamnya, pelaku kejahatan cyber terancam hukuman pidana," terangnya.

Di sisi lain, Kapolres mengakui, pihaknya intens melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir angka kriminalitas. "Sebenarnya kita sudah melakukan upaya maksimal untuk menekan angka kriminalitas di daerah ini. Salah satunya menggelar patroli rutin. Tapi faktanya memang angka kriminalitas masih tinggi dan semuanya bermula dari miras," sentilnya.

Dia berharap, dengan meningkatnya patroli polisi di wilayah hukum Polres Minahasa, tidak ada lagi celah bagi penjahat untuk melakukan aksinya. Sehingga secara otomatis kasus kriminalitas akan berkurang.

Marchel Wolayan, tokoh pemuda Tondano mengakui, faktor Miras memang menjadi salah satu pemicu. Wolayan berharap, adanya peran tokoh agama dan tokoh masyarakat agar bisa meredam hal ini. “Kita tahu bersama, Miras masih menjadi PR bagi pihak berwajib. Karena faktor Miras masih menjadi penyebab utama pertikaian yang berujung tindakan kriminal,” sebutnya.

Wolayan berharap, tindakan razia Miras ilegal tanpa izin, terus digalakkan pihak kepolisian. “Walaupun tidak menghilangkan secara instan, namun setidaknya meminimalisir. Karena peredaran Miras tidak bisa langsung dihilangkan begitu saja,” katanya. Ia juga meminta, generasi muda Minahasa dapat mencari kegiatan bermanfaat agar tidak terjerumus. “Pemuda harus memiliki aktivitas positif agar tidak hanya mabuk-mabukan akhirnya mengganggu Kamtibmas,” pungkas Wolayan.(fgn/vip)

Kirim Komentar