17 Jul 2017 08:28

Jalan Kaki Sehat dan Murah

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOST—pola hidup sehat harus seimbang antara pola makan, kontrol kesehatan, dan tentu saja berolahraga. Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Dr dr Starry Rampengan SpJP(K) MARS mengatakan, jika rutin melakukan olahraga, tubuh akan dapat meningkatkan tenaga, melawan kelelahan dan depresi. Dapat pula meningkatkan stamina, menjaga kesehatan jantung, mengurangi stres, serta mempertahankan sistem kekebalan tubuh.

 

Orang Indonesia terutama di wilayah perkotaan, paling malas jalan kaki sedunia. Demikian hasil riset para peneliti dari Universitas Stanford baru-baru ini. Riset dilaksanakan dengan memanfaatkan aplikasi pemantau aktivitas Argus pada ponsel 717.000 warga dunia dari 111 negara partisipan.

Hasil riset menempatkan Hong Kong di urutan teratas negara dengan penduduk paling rajin berjalan kaki. Rata-rata 6.880 langkah setiap hari. Penduduk Indonesia justru menempati juru kunci hanya dengan 3.513 langkah per hari.

Masyarakat Indonesia pun tak mampu melewati rata-rata langkah kaki penduduk dunia sebanyak 4.961 langkah per hari.

Dibanding dua raksasa Asia Timur, Cina dan Jepang, Indonesia juga kalah. Penduduk Negeri Tirai Bambu berjalan kaki sebanyak 6.189 langkah per hari. Sedangkan rakyat Jepang 6.010 per hari. Indonesia juga kalah dengan negara-negara barat seperti Spanyol (5.936), Inggris (5.444), atau Amerika Serikat (4.774).

Jika keluar rumah, Anda akan mudah menemui orang-orang Indonesia dari segala usia mengendarai sepeda motor ke mana saja. Termasuk ke tempat yang sesungguhnya bisa dijangkau dengan jalan kaki. Barangkali Anda juga termasuk yang memilih naik motor ke toko swalayan, meski jarak dari rumah hanya 300 meter saja.

Sosiolog UNY Grendi Hendrastomo menekankan kondisi tersebut adalah wujud kegagalan pemerintah. Karena tak mampu membangun wilayah tinggal yang menuntun warga Indonesia gemar berjalan kaki menuju suatu tempat.

“Bagaimana mau enak berjalan kaki, jika trotoarnya saja tak layak untuk dilewati,” ujar Hendrastomo. Diperparah dengan fakta 30 persen dari 3.675 kasus kecelakaan yang terjadi sepanjang 2013, mengorbankan pejalan kaki.

Menurutnya, hak pejalan kaki atas trotoar yang layak pakai diatur dalam UU Nomor 22/2009.

Di sisi lain, Koordinator Koalisi Pejalan Kaki (KoPK) Alfred Sitorus mengaku miris. Karena trotoar, zebra cross, hingga jembatan penyeberangan di ibu kota, masih berada dalam kondisi memprihatinkan.

Jalanan pun menjadi ancaman nyata bagi para pejalan kaki. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2013 lalu, tiap tahun sedikitnya 270.000 pejalan kaki meninggal di jalan. Atau lebih dari 5.000 pejalan kaki per minggu.

WHO menyebutkan, korban pejalan kaki adalah 22 persen dari total kecelakaan lalu lintas jalan sebesar 1,24 juta kecelakaan. Angka ini belum ditotalkan dengan jumlah korban yang mengalami luka dan cacat. Sedangkan khusus di Indonesia, angka kecelakaan yang mengorbankan pejalan kaki mencapai kurang lebih 30 persen, dari 3.675 kasus kecelakaan yang terjadi.(har)

Kirim Komentar