10 Jul 2017 08:44
Warga Sulut Mitra Polisi

Ribuan Preman Ditangkap

MyPassion

MANADO—Sulawesi Utara (Sulut) bebas premanisme. Polda Sulut getol memberantas penyakit masyarakat yang menghambat investasi di daerah Nyiur Melambai. Data yang dihimpun Manado Post selang dua tahun terakhir di Mapolda (2015-2016), preman jalanan dan berdasi (koruptor, red) sudah tak banyak berkutik. Total keseluruhan penuntasan kasus mencapai 17.377. Jika satu kasus melibatkan satu pelaku, diperkirakan jumlah preman yang ditangkap sebanyak 17.377. Dengan rincian kasus 2015, 7.530. Tahun 2016, naik 9.847 penuntasannya (lihat grafis, red).

 

Pemberantasan premanisme diketahui memang menjadi atensi khusus Kapolda Sulut Irjen Pol Bambang Waskito. Bukan tanpa alasan, saat ini berbagai aksi kejahatan seperti pembunuhan, penganiayaan, perkosaan, pencabulan dan ancaman kejahatan lainnya, masih menghiasi pemberitaan media.

Jenderal bintang dua ini pun benar-benar ingin membersihkan tanah Nyiur Melambai dari ancaman oknum-oknum yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Yang mengerikan, tiga hari terakhir, terjadi kasus pembunuhan sadis di Minut, Ranomut dan Taas, Manado. Tiga warga meninggal dunia. “Kami minta polisi bisa kembali merutinkan patroli malam. Sebab pekerjaan kami (karyawan supermarket) mengharuskan kami pulang rumah malam hari,” beber Janes Mandagie (28), warga Kelurahan Tumumpa I, Lingkungan II, Kecamatan Tuminting.

Marsel (34) warga Kelurahan Teling Atas, Kecamatan Wanea juga berharap serupa. Baginya, jika ada polisi yang patroli atau standby di malam hari, warga yang aktivitasnya sampai larut akan merasa aman. “Saya kira program polisi beberapa tahun lalu sangat bagus. Hanya punya satu nomor telepon. Datangnya pun cepat. Ini yang kami butuh,” tandasnya.

Pengamat Hukum Wempi Kumendong MH menilai, patroli keamanan di malam hari fungsinya untuk menekan dan menutup aksi premanisme. “Tentunya masyarakat akan senang, jika petugas setiap lima hingga 10 menit‎ selalu melintas di wilayah mereka,” tutur Kumendong, semalam. Baginya, memaksimalkan patroli malam hari patut dipertimbangkan kepolisian dan seluruh pihak berwajib. Ini merupakan salah satu upaya untuk menutup ruang gerak dari oknum-oknum tidak bertanggungjawab.

Menurutnya, yang paling sulit ketika kepolisian baru saja melakukan patroli dan meninggalkan suatu wilayah, kemudian baru terjadi tindak pidana. “Nah di sini masyarakat diharapkan ambil bagian dalam pemberantasan premanisme. Jika ada gangguan sebaiknya menghubungi pihak berwajib, supaya pelaku dan kasusnya cepat dituntaskan,” tandas dosen Fakultas Hukum Unsrat ini.

Senada Pakar Hukum Pidana Toar Palilingan MH. “Kriminalitas kan terjadi karena ada kesempatan. Jika kesempatan itu ditutup dengan kehadiran polisi, maka tidak akan ada lagi kriminalitas yang mengancam bagi warga di jalanan,” tegas akademisi Universitas Sam Ratulangi ini.

Terkait hal ini, Kapolda Irjen Bambang Waskito sudah menginstruksikan jajarannya untuk tetap siaga 1x 24 jam. “Kami (Polda) terus melakukan upaya pencegahan. Kerawanan-kerawanan kriminalitas jalanan atau street crime terus kami awasi,” teags Waskito.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Ibrahim Tompo menambahkan, patroli keamanan di malam hari terus ditingkatkan. “Seperti kata pak Kapolda, petugas Polda Sulut terus melaksanakan patroli. Tujuannya untuk menekan angka kriminalitas yang cukup tinggi di daerah ini,” tegas Tompo.

Namun, Tompo mengatakan, kejahatan sering terjadi saat unit patroli keamanan sudah tidak melintas di ‎daerah-daerah yang menjadi titik rawan aksi kejahatan. “Nah, susahnya itu, petugas kami kan mobile, tetapi aksi kejahatan terjadi saat para pelaku kejahatan melihat situasi sudah tidak ada pengamanan dari kepolisian,” ungkapnya.

“Kami harap, ini juga menjadi tanggungjawab kita bersama (masyarakat). Sebab, jika ada yang melakukan aksi kejahatan. Silakan laporkan ke kepolisian. Jika tidak ditindaklanjuti anggota, maka laporkan lagi nanti kami akan memproses anggota yang menghiraukan laporan masyarakat,” kuncinya. (gnr/vip)

Komentar
  • MyPassion

    Nofri Uwuh
    12 Jul 2017 09:37

    Foto Mereka Juga Dipajang di Tiap Kantor .....
  • MyPassion

    NOFRI UWUH
    12 Jul 2017 09:27

    Tentu Masyarakat Sangat Mendukung agar Premanisme di bumi Nyiur Melambai itu bukan hanya terkikis tapi habis.....Sikat Habis Prermanisme Bukan Hanya di Mando Tapi Juga di Tondano...Yang sudah Masuk sampai ke Kantor2. Berlagak Membawa Map...... dan Manakut- nakuti Pejabat,...POLRI Masyarakat Mendukungmu.......
Kirim Komentar