22 Jun 2017 10:03

Mohammed Bin Salman, Pangeran Mahkota Arab Saudi

MyPassion
CALON RAJA: Pangeran Mohammed Bin Salman. (REUTERS)

MANADOPOST– Dunia internasional mungkin tidak banyak mendengar mengenai Pangeran Mahkota Arab Saudi yang baru, Pangeran Mohammed Bin Salman. Terutama sebelum ayahnya, Raja Salman, menjadi raja pada 2015. Namun sejak Raja Salman menjabat, pria 31 tahun itu menjadi figur berpengaruh di negara kaya minyak tersebut.

Usianya masih muda. Lahir pada 31 Agustus 1985, dia adalah anak lelaki tertua dari istri ketiga Raja Salman, Fahdah Binti Falah bin Sultan. Setelah mendapatkan gelar sarjana dari Universitas King Saud di Riyadh, Mohammed Bin Salman bekerja di beberapa lembaga pemerintahan. Pada 2009 dia ditunjuk sebagai penasehat khusus untuk ayahnya yang saat itu menjabat sebagai gubernur Riyadh.

Kekuasaan Mohammed Bin Salman mulai naik pada 2013 saat dia menjabat sebagai Kepala Pengadilan Putra Mahkota. Jabatan itu setara dengan menteri. Setahun sebelum itu, ayahnya ditunjuk sebagai Putra Mahkota setelah pamannya, Nayef Bin Abdul Aziz, yang merupakan ayah Mohammed Bin Nayef, meninggal dunia.

Pada Januari 2015, Raja Abdullah bin Abdul Aziz meninggal dunia dan Salman menjadi Raja diusia 79 tahun. Tak lama setelah menjadi raja, Raja Salman kemudian membuat dua keputusan mengejutkan. Menjadikan anak lelakinya sebagai menteri pertahanan dan Mohammed Bin Nayef sebagai wakil Pangeran Mahkota.

Langkah pertama Mohammed Bin Salman sebagai menteri pertahanan adalah melancarkan serangan militer ke Yemen pada Maret 2015. Serangan militer tersebut memang belum menunjukkan hasil.

Meski demikian, Raja Salman tetap memberikan kekuasaan pada anaknya itu. Pada April 2015, Raja Salman menunjuk Mohammed bin Nayef sebagai Pangeran Mahkota dan anak lelakinya sebagai wakil Pangeran Mahkota plus wakil dua perdana menteri dan presiden Dewan Perekonomian dan Urusan Pengembangan Negara.

Sejak saat itu lah Pangeran Mohammed bin Salman membawa perubahan besar di Kerajaan Arab Saudi. Dia mengurangi banyak subsidi yang dikucurkan oleh negara dan meminta privatisasi sebagian dari perusahaan minyak negara Saudi Aramco.

Sekarang, dengan penunjukkan dia sebagai Pangeran Mahkota, Mohammed Bin Salman juga berpotensi menggantikan Raja Salman suatu saat nanti. (BBC/tia/JPK)

Kirim Komentar