19 Jun 2017 09:12

Eks Dirresnarkoba Polda Sulut Pimpin STIK-PTIK Perangi Hoax

MyPassion
Sigid Tri Hardjanto

PERKEMBANGAN berita palsu (hoax) di masyarakat, mendapat perhatian Gubernur Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian - Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK - PTIK) Irjenpol Remigius Sigid Tri Hardjanto. Bagi perwira tinggi jebolan Polda Sulut ini peran melawan hoax adalah harga mati.

 

Menurut perwira tinggi yang akrab dipanggil Sigid itu, penyebaran hoax adalah kejahatan. “Karena itu masyarakat jangan menyebarkannya,” ujar mantan Dirresnarkoba Polda Sulut itu saat ditemui setelah acara wisuda STIK - PTIK di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kemarin.

Menurut Sigid, salah satu faktor berita hoax menjamur adalah perkembangan pesat teknologi digital. Sehingga masyarakat menerima begitu banyak informasi dalam berbagai versi. Mulai media sosial hingga aplikasi pesan singkat digital. "Bisa dari BBM, Whatsapp, hingga instagram," terangnya.

Sigid selanjutnya memaparkan dua alasan mengapa hoax menjadi masalah serius dan kronis. Pertama, sensitivitas publik masih rendah terhadap informasi. Lalu, kedua, regulasi terkait informasi hoax belum kuat. "Kan ada UU Informasi dan Teknologi yang mengatur. Ayo perkuat kembali regulasi tersebut," ajaknya.

Terkait upaya memeriang hoax, Sigid menambahkan, STIK - PTIK memiliki peran penting. Di antaranya, mencari sumber informasi yang tepercaya dan tidak sembarangan. Hingga membandingkan berbagai sumber informasi yang ada. "Kadang satu berita bisa dimodifikasi oleh seseorang. Makanya jangan sampai terkecoh," terangnya.

Dia optimistis, STIK - PTIK melalui studi ilmu kepolisian bisa mewujudkan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat secara stabil. STIK - PTIK berupaya mencetak kader-kader polisi masa depan yang tangguh, profesional, moderen, dan terpercaya.

Saat ditanya apakah siap memasukkan upaya memerangi hoax dalam kurikulum, dia menerangkan, bila hal itu dibutuhkan maka STIK - PTIK akan melakukan. "Bisa saja. Jika seiring perjalanan waktu dan dipandang bisa membantu tugas kepolisian sehingga dirasa perlu," ungkapnya.

Sementara itu, perayaan Dies Natalis STIK kemarin mengambil tema “Ilmu Kepolisian Mewujudkan Insan Polri Yang Profesional, Modern dan Terpercaya. Tahun ini, STIK PTIK menyelenggarakan wisuda kelulusan mahasiswa S1 Ilmu Kepolisian STIK-PTIK angkatan 68, 69, dan 70.

Selain itu, diselenggarakan wisuda sarjana bagi mahasiswa S2 Magister Ilmu Kepolisian angkatan 5. Suasana khidmat dan haru mengiringi prosesi wisuda sarjana Ilmu Kepolisian yang dihadiri para pejabat utama Mabes Polri, Rektor, guru besar dan dosen STIK-PTIK. Tidak terkecuali hadir juga anggota keluarga wisudawan dan wisudawati.

Pada kesempatan itu, Kapolri menyampaikan bahwa STIK PTIK merupakan tempat menempa intelektual Polri, tempat menambah wawasan ilmu kepolisian. Selain itu, alumni STIK PTIK diharapkan mampu menangkap perubahan sosial yang ada dan mencari solusi baik untuk tingkat lokal, regional maupun global.

“Sejak awal terbentuknya sekolah ini, sebagai pusat dedikasi untuk anggota Polri yang intelektual berwawasan akademik. Mampu menangkap perubahan dan cari solusinya untuk tingkat lokal, regional, dan global,” ujar Kapolri. (ctr-16/jpg/can)

Kirim Komentar