15 Jun 2017 08:34

Sulut Supersiaga,12 Jendral Kumpul Kupas ISIS

MyPassion
ANTISIPASI ISIS: Gubernur Olly Dondokambey (kanan), bersama Menkopolhukam Jenderal (Purn) Wiranto, yang didampingi Deputi Kemenkopolhukam Irjen Pol Carlo Tewu. Usai rapat koordinasi Perkembangan terorisme di Indonesia dan antisipasi dampak konflik di Marawi Filipina terhadap Indonesia, di Kantor Gubernur Sulut. Foto: Paul Bawole/MP

MANADO— Sulut supersiaga. Konflik di Kota Marawi, Mindanao Filipina Selatan diseriusi pemerintah pusat. Ya, tekanan militer Filipina kepada kelompok radikal Islamic State Iraq Syria (ISIS) di Marawi, membuat militannya makin terdesak. Sulut yang berbatasan dengan Filipina pun terancam. Jangan sampai, militan ISIS ‘loncat’ ke daerah Nyiur Melambai. Mengantisipasinya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Indonesia (Menkopolhukam) Jenderal (Purn) Wiranto, Rabu (14/6), langsung menggelar rapat koordinasi bersama Gubernur Olly Dondokambey.

Pertemuan yang ikut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulut tersebut, dilaksanakan tertutup di ruang CJ Rantung kantor gubernur Sulut. Wartawan tidak diizinkan masuk. Hingga pada akhirnya digelar jumpa pers. Rapat ini memang digelar khusus untuk membahas pencegahan dampak konflik Marawi supaya tidak meluas ke wilayah Indonesia, khususnya daerah perbatasan. Salah satunya Sulut.

Gubernur Olly Dondokambey saat diwawancarai awak media mengungkapkan, keamanan dan pengamanan terus ditingkatkan jajaran Polda dan TNI di Sulut. “Saat ini Sulut sedang siaga I. Pengamanan di pulau-pulau yang berbatasan dengan Filipina, yakni Sangihe, Talaud, dan Sitaro, terus ditambah dan ditingkatkan,” beber Olly.

Namun, Olly memastikan sampai kini tidak ada militan atau jaringan ISIS dari Marawi yang masuk ke Sulut. “Itu tidak benar. Karena sampai saat ini kita tetap aman-aman. Di perbatasan, kepolisian, TNI angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara terus melakukan upaya pencegahan,” lanjutnya.

Di sisi lain, gubernur juga mengomentari peran media sosial yang dapat menyebabkan perpecahan. “Terkadang berita terlalu dibesar-besarkan,” imbuhnya sembari mengajak masyarakat untuk ikut bagian dalam menjaga keamanan, khususnya Sulut.

Menkopolhukam Wiranto menegaskan ada beberapa hal yang telah dibahas dalam pertemuan tersebut. Yakni, mengantisipasi dan mengeliminasi masuknya simpatisan ISIS yang menerobos perbatasan, menjadi hal pertama dibahas. Kemudian, dilakukan kesepahaman mengenai langkah-langkah yang akan diambil berikutnya. “Kita telah menyatukan sikap dan koordinasi strategis, terintegrasi dari kepala daerah, aparat keamanan dan melibatkan masyarakat,” jelasnya.

Kemudian, Wiranto menjelaskan, telah memberikan pertimbangan kepada pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan. “Harus mewaspadai unsur-unsur yang sedang tidur, jangan sampai mereka bangun kemudian melakukan pergerakan,” lanjutnya.

Pada akhir konferensi pers, Wiranto mengatakan, dirinya telah menampung saran dan aspirasi yang akan disosialisasikan kepada pemerintah pusat. Hal tersebut, mengenai penambahan jumlah persediaan bahan bakar untuk patroli aparat keamanan di perbatasan. Selain itu, pembahasan mengenai peraturan keimigrasian dan pidana terhadap orang-orang yang sudah bergerak dalam kegiatan terorisme. “Semua ini untuk melindungi seluruh masyarakat Indonesia,” tutupnya.

12
Kirim Komentar