15 Jun 2017 08:49
Miliki Keyakinan Kuat Untuk Sembuh

Ketegaran Perempuan Paruh Baya Hadapi Penyakit Kanker Serviks

MyPassion

Di usia 62 tahun, Lenny, salah satu survivor kanker serviks harus menikmati masa tuanya dengan penyakit mematikan. Namun ketegaran dan kekuatan doa serta dukungan keluarga, membuat dia yakin mendapatkan kesembuhan.

 

Laporan: Chintya Rawung, Manado.                                                                                                                 

AWAL Januari, Lenny mulai merasakan sakitnya. Warga Manado bagian utara tersebut, kini harus terbaring di rumah sakit. Karena harus melawan penyakit kanker serviks yang dideritanya.

Meski telah terdiagnosa penyakit mematikan bagi kaum perempuan tersebut, namun dia memiliki keyakinan besar untuk sembuh.

Lenny mulai bercerita pertama kali rasa sakit itu muncul. Awalnya ia menganggap hanya sakit biasa. Namun rasa sakit itu sudah tidak tertahan lagi dan semakin parah.

“Awal Januari itu, saya terus mengalami pendarahan hingga harus rawat di rumah sakit. Setiap harinya terus saya alami kondisi itu. Dan mengharuskan saya melakukan pemeriksaan. Ajakan suami dan anak-anak saya untuk periksa ke dokter saya turuti,” ungkapnya.

Kemudian, awal Mei, sakit itu datang kembali. Dengan wajah sedih, Lenny pun melanjutkan kisahnya. Awalnya tubuh dalam keadaan lemas. Selama satu minggu dia harus melakukan rawat jalan. Karena sakit tak tertahankan, Lenny menjalani perawatan di beberapa rumah sakit. “Beberapa rumah sakit saya datangi untuk melakukan pemeriksaan. Namun hasilnya belum diketahui. Dan Minggu kemarin, sakit itu datang kembali,” sebut Lenny.

Lenny mengakui, badannya terus merasakan panas dan tidak henti-hentinya mengeluarkan keringat. Satu minggu harus rawat jalan di RS TNI AD Teling. Akhirnya dia harus dirujuk ke RS Prof Kandou karena perdarahan semakin banyak.

Melawan kanker serviks, diakui Lenny, dukungan suami dan anak-anak sangat membantunya bertahan untuk menjalankan pengobatan. Sambil menangis, Lenny mengutarakan, harapan untuk mendapat kesembuhan sangat besar. Karena itu, sembari mengikuti pengobatan medis, dia tak henti-hentinya berdoa supaya kuat melawan penyakit ini.

“Tidak ada kata pasrah. Penyakit ini harus dilawan bersama para survivor lain. Tetap kuat dan terus berdoa dalam pengobatan yang dilakukan,” tandasnya.(***)

Kirim Komentar