13 Jun 2017 10:04

19 Tahun Jadi Tangsin, Sondakh Berpulang

MyPassion
SELAMAT JALAN: Andry Sondakh saat masih hidup menjadi Tangsin. Foto lain sudah terbaring kaku. Foto: Facebook Jimmy Maramis

MANADO- Meninggalnya Tangsin (Duta Allah, red) atau yang lebih beken dengan incepia Andry Sondakh (42), mengundang simpati berbagai kalangan. Andry, menghembuskan nafas terakhir di RS Prof Kandou Manado, Senin (12/6), kemarin, pukul 11.00 Wita. Tak ada yang menyangka, ayah dari tiga orang anak ini pergi begitu cepat, di saat masih aktif menjadi Tangsin di Klenteng Ban Hin Kiong.

Ferry Sondakh (kakak), saat ditemui di rumah duka di Jalan AA Maramis Lorong Aritmatea Nomor 20, Kelurahan Kairagi Dua Kecamatan Mapanget mengungkapkan, Andry meninggal karena penyakit liver. "Adik yang sangat dicintai keluarga telah berpulang dan harus meninggalkan kami keluarga, terutama istri dan anak-anaknya," ungkap Sondakh, yang juga Ketua Klenteng Ban Hin Kiong.

Diceritakannya, sejak tahun 1998 Andry, sudah menjadi Tangsin di Klenteng sudah 19 tahun, hingga saat ini. "Sakitnya pun tiba-tiba hingga harus dirawat dan meninggal di rumah sakit," singkatnya dengan nada sedih.

Pantauan koran ini, di rumah duka terlihat beberapa keluarga dan kerabat yang bergantian mendoakan dan turut belangsungkawa.

Gianty Sondakh anak pertamanya, tidak bisa membendung kesedihannya. “Ayah yang begitu dekat dengan kami anak-anak kini sudah tidak ada lagi,” ungkap Giant yang tak kuasa  menahan tangisnya.

Lantje Mandagi kerabatnya menambahkan, tidak menyangka Andry, meninggal di usia yang masih muda. "Saya tidak menyangka, pertemuan waktu di Klenteng, menjadi pertemuan  terakhir dengannya," kuncinya. (ctr-12/ite)

Kirim Komentar