13 Jun 2017 09:39

148.066 Peserta Lulus SBMPTN Diumumkan

MyPassion
Ilustrasi

JAKARTA – Saat yang ditunggu 797.738 pelamar Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBM PTN) akhirnya datang juga. Siang ini nama-nama peserta yang lulus ujian bisa dilihat di website resmi panitia SBM PTN. Hasil seleksi menetapkan 148.066 peserta lulus ujian tulis SBMPTN.

Universitas Brawijaya (UB) Malang menjadi kampus dengan tingkat penerimaan SBMPTN tertinggi dengan jumlah 4.176 pelamar. Disusul kemudian Universitas Nusa Cendara (4.122 peserta), Universitas Negeri Padang (4.022), Universitas Padjadjaran (4.020), dan Universitas Diponegoro (3.546).

Sementara itu persaingan sengit untuk memperebutkan kursi mahasiswa baru melalui SBMPTN terjadi di tiga kampus ternama. Yakni di ITB, UI, dan UGM. Untuk kelompok sains dan teknologi (saintek) paling tinggi nilai rerata calon mahasiswa yang masuk ada di ITB, UI, dan UGM. Sedangkan untuk kelompok sosial humaniora (soshum) posisinya UI, UGM, lalu ITB.

Secara resmi pengumuman bisa dilihat di website SBMPTN siang ini pukul 14.00. Websitenya adalah pengumuman.sbmptn.ac.id Ketua Umum Panitia Pusat SBM PTN Ravik Karsidi mengatakan untuk melihat pengumuman, cukup memasukkan nomor peserta ujian SBM PTN dan tanggal lahir. 

Terkait dengan tingkat persaingan yang ketat di tiga kampus itu, dia  mengatakan wajar. Karena persaingannya ketat, maka mahasiswa yang lolos SBMPTN rata-rata nilainya tinggi-tinggi. “Apalagi tiga kampus ini mewakili Indonesia di 500 besar kampus terbaik dunia (versi QS 2017/2018, red),’’ jelas Karsidi di Jakarta kemarin (12/6).

Rektor UNS Solo itu menjelaskan pendaftar SBMPTN tahun ini memang meningkat dibandingkan tahun lalu. Peningkatan itu diantaranya disebabkan karena jumlah kampus yang ikut SBM PTN bertambah. Tahun lalu jumlah pendaftar SBM PTN tercatat ada 721.326 orang dari 78 unit PTN. Sementara tahun ini bertambah menjadi 797.738 orang pelamar dari 85 unit PTN.

Ravik mengatakan semula panitia SBM PTN mengalokasikan kuota mahasiswa baru sebanyak 128.085 kursi. Tetapi saat pengumuman kemarin jumlah yang lulus SBMPTN bertambah menjadi 146.066 orang. Diantara penyebab penambahannya adalah, ada luncuran kursi mahasiswa baru dari SNMPTN yang tidak terisi.

Dia juga mengatakan SBM PTN 2017 diikuti 226 pelamar dengan kondisi disabilitas. Hasilnya ada 38 pelamar disabilitas yang dinyatakan lulus SBM PTN. ’’Pelamar disabilitas yang lulus itu kategorinya tuna netra, tuna rungi, tuna wicara, dan tuna daksa,’’ papar dia.

Menteri Riset, Teknolog, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikit) Mohamad Nasir lantas membeber sepuluh program studi (prodi) favorit. Kesepuluh prodi itu adalah manajemen, akuntansi, ilmu hukum, dan pendidikan dokter. Kemudian teknik sipil, ilmu komputer, informatika, psikologi, farmasi, dan agribisnis.

Menarinya dari sepuluh prodi favorit itu tidak ada prodi kependidikan atau calon guru. Menristekdikti mengatakan ada beberapa sebab yang membuat program pendidikan guru tidak masuk sepuluh besar favorit. Diantaranya adalah untuk menjadi calon guru ada saringan di awal. Diantaranya terkait bakat, minat, dan kesehatan.

Lebih lanjut soal prodi guru yang tidak masuk sepuluh besar itu, Ravik menambahkan, dipicu karena sekarang lulus S1 tidak bisa langsung menjadi guru. Berbeda dengan sebelumnya, untuk melamar CPNS guru misalnya, bisa dengan bekal sarjana guru saja. “Tetapi sekarang harus mengikuti PPG (pendidikan profesi guru, red) dulu,’’ tuturnya.

Selain itu untuk ikut mendaftar di PPG dan menjadi guru, saat ini tidak hanya lulusan dari prodi keguruan. Sarjana lulusan MIPA atau prodi non keguruan lainnya, juga berharap ikut PPG untuk kemudian menjadi guru. “Jadi masyarakat sekarang cerdas. Kalaupun mau jadi guru, tidak harus kuliah sarjana keguruan,’’ pungkasnya. (jpg/vip)

Kirim Komentar