08 Jun 2017 08:01
Catatan

Perkuat Ketahanan Komunitas Lokal

MyPassion

Oleh:

Dr Hetty Antje Geru

(Dosen FISIP UPH)

Amelia Liwe SS MA PhD

(Dosen FISIP UPH)

MANADO Post edisi 27 Mei 2017 memuat headline “Duterte Tekan ISIS, Potensi Lari ke Sulut,” dengan sub judul “Siaga Kapal Selam TNI AL Sandar di Bitung”.  Berita ini merupakan bad news sekaligus good news bagi kami, warga Sulawesi Utara (Sulut) di perantauan. Bad news karna ancaman keamanan di Sulut ada di depan mata, tetapi cukup menenangkan jiwa, karena pemerintah dan aparat telah siaga penuh.

Sejumlah dosen FISIP-UPH yang berasal dari Sulut menunjukkan kepeduliannya dengan menggelar diskusi untuk menampung beberapa usulan konkrit demi menangkal segala bentuk kejahatan lintas negara di lini terdepan yaitu di desa/kelurahan. Diskusi yang diadakan di lounge FISIP Universitas Pelita Harapan tersebut disambut antusias para dosen.

Kejahatan lintas negara bisa muncul dalam berbagai bentuk kejahatan seperti perdagangan narkoba, trafficking, senjata gelap ataupun yang paling aktual terorisme dan kejahatan-kejahatan yang menyertainya. Terorisme tidak hanya menggunakan kekerasan fisik tapi juga cara-cara yang halus dan tak terduga seperti penggunaan media sosial, yang dapat menyusup dengan cepat dan efektif ke sasaran.

Penjagaan keamanan perairan Indonesia di Sulut yang dilakukan pemerintah dan aparat keamanan, perlu diperkuat  dengan ketahanan komunitas di lini terdepan, baik dalam jangka pendek, menengah maupun panjang. Patut dihargai juga kebijakan pemerintah mengaktifkan kembali siskamling dan memperkuat aparat desa atau kelurahan.

Seiring dengan berlangsungnya konflik bersenjata antara kelompok teroris dengan pemerintah Filipina di Marawi, Mindanao yang wilayah lautnya berbatasan perairan dengan Sulut, aparat keamanan dan perangkat lokal wilayah pesisir seperti Manado, Bitung, Melonguane, Tahuna, Amurang dan desa-desa pinggiran pantai lainnya perlu turun langsung memantau dan mengidentifikasi penyusup dan kemungkinan teroris di wilayahnya. 

 

Jangka Pendek (Sangat Mendesak) //

Daftarkan stakeholder pemerintah terdepan/mitra pemerintah yang potensial dapat bekerja aktif dan cepat. Beberapa di antaranya: dasa wisma PKK. Ini sudah keharusan untuk diaktifkan bukan saja saat ini tapi dalam jangka panjang. Khusus untuk masalah ini, pesannya adalah mencari tahu apakah ada percakapan-percakapan kebencian dalam keseharian penduduk. Selain itu anggota PKK menjadi saluran infromasi tentang kerukunan sesama anggota masyarakat. Dukungan aparat desa/kelurahan sangat diperlukan, apabila ada hal-hal yang mencurigakan, aparat keamanan segera bertindak.

Peran pemuka agama juga penting. Tiap gereja di Sulut selalu mempunyai pelayan-pelayan gereja sampai ke tingkat kolom (di desa/kelurahan). Peran dasawisma di atas juga dapat diikuti oleh pelayan gereja. Demikian juga kelompok pengajian, Majelis Taklim dapat mengambil peran tersebut mendapat infromasi pertama dan menyampaikan pesan-pesan damai.

Peran Media: radio, televisi, media cetak, bahkan media sosial perlu mendapat evaluasi dan penyaringan agar pesan-pesan yang disampaikan jauh dari usaha mengadu-domba, pesan kebencian. Para penggiat media, akademisi yang menguasai media sosial dapat berperan. Jangan berdiam diri. Saatnya kita semua bicara, bersikap dan bertindak, karena ancaman kehancuran Sulut sudah di depan mata.

Yang menarik dalam diskusi tersebut adalah permintaan dosen-dosen muda bahwa dalam jangka panjang ke depan, diseminasi pengetahuan sejarah khususnya mengenai penderitaan-penderitaan yang timbul akibat konflik bersenjata seperti pergolakan Permesta atau penderitaan para pengungsi konflik Ternate, Ambon dan Poso, dan akibat konflik lainnya perlu disampaikan kepada generasi muda. Untuk menyelesaikan konflik memerlukan energi, waktu dan biaya yang tidak sedikit. Oleh sebab itu, segala bentuk konflik bersenjata atau kekerasan harus dihindari dan dicegah.

FISIP-UPH sedang merencanakan sebuah kegiatan berkesinambungan tentang hal ini seperti pembuatan modul dan pesan-pesan seperti film pendek, video klips, radio spot, fliers, pamlet dan media lainnya.

Mari jaga Sulut, karena Sulut adalah pintu gerbang Indonesia.

Menjaga Sulut, menjaga Indonesia, menjaga NKRI. (*)

Kirim Komentar