03 Jun 2017 09:14

Latihan Militer Ala Miss Israel

MyPassion

LOS ANGELES – Ketika ulasan dan rating Wonder Woman dirilis, publik dibuat terperangah. Film rilisan DC Comics dan Warner Bros. itu mencatat nilai 97 persen di Rotten Tomatoes . Raihan positif itu sukses membungkam keraguan publik pada film superhero perempuan pertama dalam satu dekade terakhir tersebut.

Rating nyaris sempurna itu menyamai rekor film Batman The Dark Knight pada 2008. Film karya sutradara Christopher Nolan tersebut mendapat rating 94 persen. Rating film berbujet USD 120 juta (Rp 1,6 triliun) itu juga setara dengan nilai terbaik film rilisan Marvel Studios, Iron Man (2008). Dengan rapor bagus tersebut, Wonder Woman bisa dibilang merupakan film terbaik DC Comics-Warner Bros, selama lima tahun terakhir.

Tiga film terakhir mereka, Man of Steel (2013), Batman v Superman: Dawn of Justice (2016), dan Suicide Squad (2016), dikritik habis-habisan. Ketiganya bahkan tidak mampu mencapai rating 60 persen di Rotten Tomatoes, meski pendapatannya cukup bagus.

Melihat antusiasme yang besar, Wonder Woman diperkirakan dengan mudah bertakhta di puncak box office pekan ini. Diperkirakan meraup pemasukan global lebih dari USD 175 juta (sekitar Rp 543 miliar) untuk minggu pertama penayangan. Apalagi, tak ada film lain yang bisa menjadi kompetitor kuat. Film yang dibintangi Gal Gadot dan Chris Pine itu pun mematahkan mitos film superheroine yang dianggap tidak bisa sukses.

Wonder Woman juga mendapat tanggapan positif dari para penonton perempuan. Sutradara Patty Jenkins menyatakan, dirinya mendengar banyak cerita tentang kaum hawa yang pulang dengan haru setelah menonton filmnya tersebut. Mereka menitikkan air mata saat menyaksikan putri Zeus dan Ratu Hippolyta itu maju di baris terdepan, sendirian, melawan puluhan tentara Jerman.

“Saya tidak sadar bahwa adegan tersebut dianggap sepenting itu oleh penonton. Saya hanya melakukan tugas, menampilkan berbagai dimensi dan emosi Wonder Woman sebagai seorang perempuan,’’ ungkapnya.

Jenkins pun berhasil menjadikan Wonder Woman film terbaik DC Comics-Warner Bros. Sejauh ini, rating film superior, ulasannya pun positif. “Butuh waktu lama untuk meyakinkan para bos memproduksi film ini,’’ ucapnya, sebagaimana dikutip Guardian.

Meski telah melakukan pendekatan sejak hampir 15 tahun, baru pada April 2015 Warner Bros. meluluskan permintaan itu. Istri penulis Sam Sheridan tersebut menyatakan, dirinya sudah lama mengincar Wonder Woman. Menurut dia, putri Zeus dan Ratu Hippolyta tersebut menjadi pahlawan super untuk alasan yang berbeda dengan rekan super lainnya. “Dia ingin menyampaikan kebenaran dan cinta kepada manusia. Bukan untuk melawan villain, menghentikan kejahatan, apalagi bertarung,’’ tegasnya.

Jenkins menjelaskan, dirinya cukup perfeksionis dalam menggarap film keduanya itu. Apalagi, ibu satu anak tersebut merupakan fans Wonder Woman dan film superhero. “Yang lebih gila, karakter itu belum pernah dibuat dalam versi film. Saya berpikir, ayo kita buat proyek ini sebagus-bagusnya,’’ ungkap perempuan kelahiran 23 Juli 1971 tersebut, sebagaimana dikutip CBS News

Terlepas dari gender dan latar belakang mereka, Chris Pine, pemeran Steve Trevor, menyebutkan bahwa adegan pertarungan Wonder Woman di tengah tanah tak bertuan itu sangat membekas. “Saat screening di Tiongkok, para penonton yang mayoritas perempuan terbawa emosi. Adegan itu membuatku merinding,’’ ucapnya, sebagaimana dikutip USA Today.

Adegan tersebut tentu tidak terlepas dari totalitas akting Gal Gadot sebagai superhero asal Themyscira itu. Jenkins menuturkan, aktris utamanya tersebut sangat gigih. Syuting dilakukan di tengah musim dingin di London. Perempuan 45 tahun itu kerap ingin melemparkan pakaian hangat kepada si Wonder Woman di sela break syuting.

“Dia berdiri di tengah bekunya udara bukan cuma karena arahanku, tapi juga karena keinginannya membuat film ini bagus. Gal Gadot bakal melakukan apa pun. Sebab, dia percaya film ini penting buat penonton,’’ tegas Jenkins.

Kenekatan Gadot yang juga Miss Israel tentu bukan tanpa persiapan. Sebelum melakoni syuting, peserta Miss Universe 2004 tersebut menjalani latihan intens selama enam bulan. Menu latihannya beragam. Mulai boxing, seni pedang, bela diri, sampai treadmill di jeda syuting.

“Dalam sehari, saya dua jam nge-gym, dua jam berlatih koreografi adegan bertarung, dan dua jam berkuda yang sulit sekali. Lebih padat ketimbang rutinitas di militer,’’ ungkap perempuan yang pernah mengikuti wajib militer selama dua tahun di negara asalnya, Israel, itu.

Rutinitas tersebut tetap dijalani Gadot hingga kini. Apalagi, jadwalnya sebagai Wonder Woman masih padat. Setelah syuting Wonder Woman berakhir, dia langsung beralih ke proyek DC Comics-Warner Bros, yang tayang November mendatang, Justice League. “Saya berhenti latihan saat hamil. Empat pekan setelah melahirkan anak kedua (Maret 2017), saya langsung kembali berlatih meski dengan intensitas yang lebih rendah,’’ imbuhnya. (jpg/vip)

Kirim Komentar