20 Mei 2017 10:02

Tolak Ormas Radikal!

MyPassion
Jantje Wowiling Sajow

TONDANO—Organisasi masyarakat (Ormas) radikal yang bersembunyi dengan kedok agama makin meresahkan.   Bupati Jantje Wowiling Sajow (JWS) dengan tegas menentang keberadaan ormas radikal intoleran tersebut. “NKRI harga mati. Tolak siapapun yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan NKRI,” tegas JWS.

Tapi JWS memperjelas, bukan karena agamanya. Namun paham radikal dan intoleran yang mereka anut.  JWS berkata, orang Minahasa tak memusuhi juga tak menolak Islam. “Kita bersaudara. Lihat saja di Kampung Jawa Tondano, umat Islam dan Kristen hidup rukun dan damai,” ungkap JWS.

Kebersamaan antara Islam dan Kristen juga agama lain di Minahasa, menurut JWS, sangat kental dan terjaga sejak lama. “Bukan hanya di Kampung Jawa, umat Muslim di Kawangkoan, Langowan, hingga di wilayah Tombariri dan Mandolang, turut hidup rukun dan damai dengan umat Kristen,” kata JWS.

Karena itu, tegas JWS, siapapun yang mencoba merusak kebersamaan yang indah ini, akan ditolak.

Senada, Tokoh Pemuda Kampung Jawa Tondano Kief Taufik menuturkan, kebersamaan antara umat Muslim dan Kristen di Minahasa sudah terpelihara sejak lama. “Contoh di Kampung Jawa, umat Muslim dan saudara kita umat Kristen hidup rukun. Jika hari raya umat Kristen, kita ikut mengamankan ibadah. Begitu juga saat malam Takbiran, tak sedikit pemuda gereja yang ikut,” ungkapnya.

Dia pun dengan tegas menolak segala bentuk Ormas yang bisa memecah kerukunan ini. “Pasti ditolak. Kerukunan di Minahasa sudah terjalin lama. Jangan sampai rusak oleh ulah oknum tidak bertanggung jawab, dan hanya ingin memecah belah NKRI,” tukas Taufik.(fgn/har)

Kirim Komentar