19 Mei 2017 13:26
Jaga Keutuhan NKRI dan Pancasila

Tombariri Role Model Kerukunan

MyPassion

TOMBARIRI–Bupati Jantje Wowiling Sajow (JWS) memuji kerukunan yang terjalin di Kecamatan Tombariri. Pujian orang nomor satu di Minahasa ini bukan tak mendasar. Pasalnya, wilayah Kecamatan Tombariri memiliki penduduk Muslim dan Kristen yang merata.

Tapi tak pernah sekalipun terdengar isu pertikaian karena perbedaan agama. “Wilayah Tombariri merupakan daerah yang memiliki tingkat kerukunan yang tinggi. Sebab di wilayah ini tercampur penduduk dari berbagai macam suku, golongan, dan agama. Namun tetap hidup rukun dan damai,” puji JWS di sela-sela pelantikan Kumtua di Desa Tambala dan Desa Borgo, Kecamatan Tombariri, Kamis (18/5) kemarin.

JWS berharap, kerukunan yang terjalin erat di wilayah Tombariri dan sekitarnya, dapat dipertahankan. “Akhir-akhir ini, persatuan NKRI terancam oleh aksi-aksi radikal kelompok yang mengatasnamakan agama. Karena itu, saya mengimbau agar kita di Minahasa, khususnya di Tombariri, supaya menjaga citra Sulut yang memiliki toleransi tinggi,” ucap JWS.

Dia meminta seluruh warga menjaga keutuhan NKRI dan Pancasila sebagai dasar negara. “Kita di Indonesia memiliki berbagai etnis, budaya, serta agama. Jangan sampai kita terbelah hanya karena ulah orang tak bertanggung jawab yang ingin memecah kesatuan NKRI,” ungkap JWS.

Sementara itu, terkait tugas dan tanggung jawab Kumtua yang baru saja dilantik, ayah tiga anak ini menekankan soal penggunaan dana desa (Dandes). “Dandes tahun ini mencapai satu miliar rupiah lebih per desa. Mungkin tahun depan menyentuh dua miliar. Karena itu, Kumtua juga harus pintar-pintar mengelola dana yang besar tersebut,” kata JWS.

Dia mengatakan, Kumtua harus bisa memberikan hak dari perangkat desa maupun hak masyarakat berupa pembangunan. “Bangun apa yang menjadi keinginan masyarakat. Bangun apa yang warga mau,” imbuh JWS. Karena dengan begitu, tandas mantan anggota DPRD Minahasa ini, Kumtua akan disenangi.

Dalam rangkaian pelantikan kemarin, JWS juga mengambil sumpah jabatan Kumtua di Desa Leilem Kecamatan Sonder, Desa Tampusu Kecamatan Remboken, kemudian berakhir di Desa Kaweng Kecamatan Kakas. Turut hadir, Asisten Bidang Pemerintahan Denny Mangala, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Djeffry Sajow, Ketua DPRD James Rawung, sejumlah anggota DPRD, serta dan kepala perangkat daerah.(fgn/har)

Kirim Komentar