19 Mei 2017 08:40
Sempat Daftar di Kesbangpol

Ternyata Ketua HTI Sulut, PNS Kemenkeu

MyPassion
SEBARKAN IDEOLOGI: Salah satu pertemuan yang digelar DPD HTI Sulut di Manado, yang dilaksanakan tahun 2013 lalu, di Hotel Sahid Kawanua. Foto: hizbut-tahrir.or.id

MANADO—Organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang rencana akan dibubarkan pemerintah ternyata ada di Sulut. Informasi sebelumnya yang menyebutkan ada upaya masuk ke lingkungan kampus, makin menguatkan eksistensi organisasi yang tidak sejalan dengan ideologi Pancasila ini. Bahkan HTI Sulut sudah pernah ada pergantian ketua.

Menurut Ruddy Merung, Kabid Fasilitasi Ketahanan Budaya, Ekonomi, Agama dan Masyarakat Kesbangpol Sulut, HTI Sulut bahkan pernah ingin mendaftarkan diri. “Mereka memang pernah ke sini. Yang terima Pak Edu. Mereka hanya datang melapor karena sudah ada SKT dari pusat,” akunya kemarin (18/5).

Saat dikonfirmasi, Kasubid Ketahanan Ekonomi, Sosbud, dan Ormas Eduard Laoh membenarkan kehadiran HTI di kantornya April lalu. “Mereka ada beberapa orang. Katanya hanya datang melapor di sini karena sudah ada surat dari pusat. Sekira tiga hari kemudian ada lebih dari 10 orang datang lagi untuk mengkonfirmasi,” ungkapnya.

Dalam pertemuan April lalu di ruangannya, Laoh mengisahkan, para pimpinan HTI dengan tenang memperkenalkan diri. “Termasuk waktu itu melaporkan penggantian ketua, karena yang lama akan pindah ke Kalimantan,” ujarnya.

Koran ini pun berhasil memawancarai Ketua HTI Sulut Nur Cholis via telepon. Nur Cholis ternyata pegawai di salah satu instansi di bawah naungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).  Nur Cholis menjabat Kepala Seksi Manajemen Satker dan Kepatuhan Internal (MSKI) di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Manado.

Nur Cholis mengaku . Dia membenarkan pihaknya sudah pernah mendaftar di Kesbangpol Sulut. "Tapi itu baru berupa laporan. Belum ada izinnya," katanya, yang saat diwawancarai mengaku berada di Surabaya karena sedang sakit dan berobat, kemarin.

Lanjutnya, HTI sudah terdaftar di KemenkumHAM pusat. "Bukan di Kemendagri. SK-nya sama susunan pengurus kita, juga kita berikan kepada Kesbangpol," tambahnya.

Saat dikonfirmasi di KPPN Manado (tempat kerjanya), seorang staf mengatakan, keberangkatannya ke Surabaya karena tugas kantor. “Bapak lagi di luar, mengikuti diklat,” kata bapak berkulit sawo matang yang sedang memakai batik merah sore kemarin.

Sementara, seorang staf yang tidak mau dicantumkan identitasnya mengatakan alasan lain. “Beliau tidak sakit tapi lagi terapi. Saat ini motornya sudah seminggu lebih diparkir di kantor,” ungkapnya. Diketahui, Nur Cholis baru sekira empat bulan di Manado.

12
Komentar
  • MyPassion


    22 Mei 2017 11:18

Kirim Komentar