15 Mei 2017 13:46

21 Tembakan Kehormatan Tandai Kepemimpinan Macron

MyPassion
PEMIMPIN: Emmanuel Macron dan Francois Hollande di Paris, Prancis, sebelum inagurasi Macron pada Minggu (14/5). (Christian Hartmann/Reuters)

MANADOPOST- Berbalut setelan jas hitam seharga 450 euro (sekitar Rp 6,5 juta, tergolong murah untuk seorang pemimpin Prancis), Emmanuel Macron mengucapkan sumpah kepresidenan di Elysee Palace. Dalam pidato perdananya sebagai presiden, pemimpin 39 tahun itu kembali menegaskan dukungan Prancis terhadap Uni Eropa (UE). 

Upacara pelantikan presiden Prancis selalu sarat simbol. Begitu Macron tiba di istana kepresidenan, rangkaian serah-terima kekuasaan bermula. Francois Hollande yang sudah menanti kedatangan penggantinya di serambi istana lantas mengajak Macron ke sebuah ruangan. Setelah berpose untuk media dan berbincang ringan sebentar, keduanya mengadakan rapat tertutup.

”Hollande memberitahukan kode rahasia nuklir Prancis dan berbagai hal rahasia lain tentang pemerintahan kepada penggantinya,” kata seorang pejabat Elysee Palace kepada media. Beberapa saat kemudian, Hollande dan Macron keluar dari ruangan. Itu menjadi momen terakhir Hollande di Elysee Palace. Sebab, setelah berjabat tangan dengan Macron dan menyapa media, dia meninggalkan istana. 

Diiringi lambaian tangan Macron, Hollande masuk ke mobil Citroen yang mengantarkannya ke tempat barunya. Hingga kemarin, politikus 64 tahun itu mengaku belum punya rencana besar untuk mengisi hari-harinya sebagai warga biasa. Tapi, dia lega telah menuntaskan mandatnya. ”Saya meninggalkan negara yang kondisinya sudah lebih baik ketimbang saat saya menemukannya,” cuitnya lewat Twitter. 

Akhir pekan lalu, foto-foto terakhir Hollande di Elysee Palace dipublikasikan AFP. Ada banyak pose yang tak biasa. Termasuk foto hitam putih Hollande yang menanggalkan kacamata dan terpejam.

Sepeninggal Hollande, Macron menjalani upacara pelantikan yang dipimpin Laurent Fabius, ketua Mahkamah Konstitusi. ”Agar bisa menjadi seseorang yang berarti bagi negeri ini, Anda harus menjadi orang yang berarti dalam hidup Anda,” kata Fabius saat melantik Macron. Kalimat itu mengantarkan pendiri Partai En Marche! (kini La Republique En Marche! alias La REM) tersebut menjadi orang nomor satu Prancis. 

Sebanyak 21 tembakan kehormatan menandai kepresidenan Macron. Dia lantas menyampaikan pidato kepresidenan selama 12 menit di depan sang istri, First Lady Brigitte Trogneux. ”Kini, dunia dan Eropa jauh lebih membutuhkan Prancis dari sebelumnya. Mereka membutuhkan Prancis yang kuat dan punya martabat,” tegas Macron. Dia bertekad mewujudkan Prancis yang lebih baik, seperti janjinya. 

Sebagai presiden termuda yang hanya pernah dua kali punya jabatan politik, Macron tidak mau terjebak dalam citra negatif para pendahulunya. Jika Hollande dan Nicolas Sarkozy dikenal sebagai presiden bling-bling alias gemar kemewahan, Macron tidak demikian. Kemarin dia membuktikannya lewat pakaian yang dia kenakan dalam upacara pelantikan. 

Hollande pernah dicela media karena menerima dua setelan resmi dari butik ternama seharga 13.000 euro (sekitar Rp 189,3 juta). Maka, Macron sengaja memakai jas sederhana yang harganya jauh lebih murah dari busana Hollande. Kemarin Trogneux yang terlihat segar dalam balutan pakaian resmi berwarna biru muda milik Louis Vuitton pun mengaku bahwa busana itu bukan miliknya. Louis Vuitton hanya meminjamkannya. (AFP/Reuters/hep/c6/sof)

Kirim Komentar