10 Mei 2017 09:18

Begini Sorotan Media Asing Terkait Vonis Ahok

MyPassion
HEBOH: Berita vonis terhadap Basuki Purnama alias Ahok menarik animo media asing.

JAKARTA- Vonis terhadap Basuki Purnama alias Ahok banjir sorotan sejumlah media massa asing. Media CNN mengangkat judul "Jakarta governor Ahok found guilty after landmark Indonesian blasphemy trial". Media ternama AS tersebut menuliskan, Ahok dinyatakan bersalah atas penodaan agama dalam persidangan yang dipandang sebagai tes atas toleransi beragama di Indonesia.

 

"Politisi Kristen China kontroversial tersebut diadili sejak Desember atas tuduhan bahwa dia menghina Islam selagi berkampanye untuk mempertahankan perannya. Gubernur Jakarta itu membantah tuduhan tersebut," demikian ditulis CNN pada situsnya hari ini.

Media asing lainnya, The Guardian memberitakan vonis Ahok dengan mengangkat judul "Jakarta governor Ahok found guilty of blasphemy, jailed for two years". Media Inggris itu menyebut vonis Ahok sebagai "vonis mengejutkan." "Vonis mengejutkan ini keluar setelah kelompok-kelompok Islamis garis keras menyerukan agar Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama dipenjara karena menyinggung sebuah ayat dari Alquran," demikian ditulis The Guardian dalam situsnya, Selasa (9/5). Dalam artikelnya, The Guardian juga menulis tentang banyaknya demonstran yang berkumpul di luar gedung Kementerian Pertanian Jakarta Selatan, tempat berlangsungnya sidang putusan Ahok hari ini.

Kantor berita ternama AFP mengangkat berita ini dengan judul "Jakarta governor Ahok jailed two years for blasphemy". Begitu pula dengan media-media asing lainnya, seperti media Malaysia, The Star dan media Singapura, Straits Times yang juga mengangkat judul serupa "Jakarta governor Ahok found guilty of blasphemy, sentenced to 2 years' jail".

Tak ketinggalan pula, stasiun televisi Arab berbasis di Qatar, Aljazeera. Aljazeera melaporkan bahwa para demonstran anti Ahok merayakan keputusan vonis itu di luar Auditorium Kementerian Pertanian yang disebut media ini, ternyata lebih lama dari tuntutan JPU.

"Tentu saja, banyak orang di Indonesia akan mempertanyakan keputusan ini, mereka akan bertanya-tanya seperti apa preseden ini akan dibuat untuk kasus lain, betapa mudahnya melakukan tuduhan penghujatan terhadap lawan-lawan lain - terutama jika mereka kebetulan berasal dari minoritas di negara ini," kata reporter Aljazeera, Step Vaessen, yang melaporkan langsung dari Auditorium Kementerian Pertanian.

Vaessen mengatakan Ahok mungkin segera ditahan. Reporter ini juga menyebut putusan itu mengartikan toleransi beragama dipertaruhkan, sehingga mungkin akan membuat lebih mempersulit kelompok minoritas agama mencalonkan diri di masa depan.

"Ini akan membuat sulit untuk mengadakan pidato, orang harus lebih berhati-hati terhadap kata-kata yang mereka gunakan, karena tampaknya cukup mudah untuk menghadapi risiko dituduh dan mendapatkan vonis hukuman sekarang," kata Vaessen.

Media lain seperti kantor berita Prancis AFP, memberitakan Ahok yang diadili karena tuduhan menghina Islam saat kampanye pencalonan Gubernur DKI Jakarta, dalam sebuah kasus yang menurut para kritikus bermotif politik.
Pengadilan itu, seperti yang diberitakan Channel News Asia, terjadi setelah serangkaian demonstrasi besar di ibu kota melawan sang gubernur yang biasa disapa Ahok, yang mendorong ratusan ribu orang ke jalan-jalan. Sementara kantor berita Inggris Reuters membuat judul "Gubernur Jakarta yang beragama Kristen dipenjara karena menghina Islam".


Reuters melaporkan pemerintah Indonesia telah dikritik karena tidak berbuat cukup dalam melindungi kelompok minoritas agama, namun Presiden Joko Widodo, yang disebut media ini sebagai sekutu utama Ahok meminta semua pihak menghormati proses hukum. "Kami akan melakukan banding," kata Ahok setelah berunding dengan tim kuasa hukumnya. (berbagai sumber/vip)

Kirim Komentar