06 Mei 2017 10:44
Gunung Potong Ditutup Longsor

12 Jam Akses Utama Minahasa Menuju Mitra Lumpuh

MyPassion
LONGSOR: Akses jalan masuk di Gunung Potong lumpuh. Alat berat membersihkan puing-puing longsor hingga ruas jalan ini bisa dilalui kendaraan. Foto : Jovan Rakian/MP

RATAHAN — Hujan yang melanda Mitra sejak Kamis (4/5), membuat tanah longsor di lokasi Gunung Potong. Dari informasi, puing longsor yang menutupi seluruh badan jalan pada Jumat (5/5) kemarin itu, terjadi sekira pukul 05.00 Wita. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Namun akses jalan utama menuju Mitra lumpuh. Mengakibatkan warga pendatang yang mau ke Mitra maupun warga lokal yang ingin ke arah Manado harus rela berjam-jam menunggu alat berat membersihkan puing-puing longsor tersebut. "Saya sudah dari jam sembilan pagi di sini tidak bisa lewat," ungkap Deny, warga asal Manado, salah satu yang akhirnya harus menunggu sampai jalan sudah bisa dilalui kendaraan.

Warga lain yang menunggu berjam-jam pun akhirnya membuat jalan setapak di atas puing-puing longsor untuk dilewati kendaraan roda dua. Meski terlihat sangat membahayakan karena sewaktu-waktu tanah tersebut dapat menimpa warga yang lewat di jalan buatan tersebut. Namun hal ini dibiarkan petugas-petugas yang berada di lokasi. Antrean kendaraan pun dari arah Minahasa kurang lebih sepanjang 100 meter.

Evakuasi puing-puing longsor membutuhkan waktu berjam-jam. Dua loader yang diturunkan, tak mampu membersihkan dengan cepat. Akhirnya satu alat berat ekskavator pun diturunkan. Sekira pukul 17.00 Wita, jalan sudah bisa dilewati dengan diterapkan jalur buka tutup.

Kepala Dinas Perhubungan Mitra Bernhard Mokosandib melalui Kepala Bidang Darat Crets Bendah menuturkan, Pemkab Mitra melalui Dinas PU, Dishub, dan BPBD berkoordinasi melakukan pembersihan akses jalan. "Kita bisa lihat banyak petugas yang berupaya melakukan pembersihan jalan dengan cepat," ujar Bendah di lokasi.

Lanjutnya, setelah puing longsor teratasi, jalan bisa diakses dengan penerapan jalur buka tutup. Warga pun diminta bersabar. "Kita tidak bisa memprediksi hal ini. Karena ini peristiwa alam," pungkasnya. (tr-02/gel)

Kirim Komentar