01 Mei 2017 08:25
Hari Ini Dimakamkan

Manusia Tertua Asal Sragen Meninggal Dunia di Usia 146 Tahun

MyPassion
HIDUP LAMA: Mbah Gotho sewaktu merayakan HUT ke-146 tahun lalu bersama sejumlah sanak keluarga. Foto: WP.com

Mbah Gotho sempat menggemparkan karena disebut sebagai manusia tertua abada 21. Namun kakek berusia 146 tahun ini meninggal dunia kemarin (30/4). Hari ini rencana dia dimakamkan.

MBAH Gotho akan dimakamkan di kampung halamannya, Dusun Temeng, Desa Segaran, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

"Simbah dimakamkan besok Senin (1/5), pukul 11.00 WIB," ucap Suryanto, cucu Mbah Gotho, semalam (30/4).

Kakek bernama asli Sodimejo ini tutup usia pada Minggu sore kemarin. "Mbah Gotho meninggal tadi sekitar pukul 17.45 WIB," ujar Suryanto.

Suryanto menjelaskan sejak enam hari terakhir, kakeknya sudah tidak mau makan. Saat mau disuapi, pasti Mbah Gotho bilang akan ambil makan sendiri jika memang ingin makan.

Suryanto menjelaskan, sekalipun kakeknya tidak mau makan, tapi masih bisa berkomunikasi.

Sebelumnya, Mbah Gotho pada Rabu, 12 April 2017, dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soehadi Prijonegoro, Sragen. Namun, lelaki yang diduga berusia 146 tahun itu memaksa pulang dari rumah sakit pada Senin, 18 April 2017.

Mbah Gotho dikenal lantaran disebut sebagai manusia tertua di abad 21. Dalam kartu tanda penduduk yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Sragen, Sodimejo lahir pada 31 Desember 1870. Ini berarti, Mbah Gotho sudah lebih dulu lahir sekitar 7,5 dekade sebelum Presiden Sukarno mengumandangkan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Sejatinya, tak ada yang tahu betul kapan Sodimejo dilahirkan, termasuk keluarganya. Sang cucu, Suryanto, mengatakan tanggal dan tahun kelahiran yang tertera dalam KTP Mbah Gotho, dicantumkan berdasarkan keterangan kakeknya. Saat itu, petugas dari Dukcapil tengah mendata orang-orang sepuh di kampungnya. Singkat cerita, kata dia, Mbah Gotho menyebutkan tanggal 31 Desember kepada petugas.

Saat sempat menjalani perawatan intensif di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen, waktu lalu, tim dokter memastikan kondisi kesehatan Mbah Gotho, tidak terlalu mengkhawatirkan.

Namun, tim dokter mengaku sedikit terkejut dan kebingungan acapkali menanyakan apa yang diinginkan Mbah Gotho. Pengakuan itu disampaikan Kabid Pelayanan RSUD Sragen, dr Sri Herawati.

“Bagaimana nggak bingung. Waktu saya tanya napa ngelu (pusing) Mbah, dia jawab ogak (enggak). Tapi waktu ditanya pingine napa Mbah, jawabe cuma pingin mati. Pingin mati. Gitu terus,” ujar Kabid yang juga menangani Mbah Gotho tersebut.

Mbah Gotho juga sempat ngambek saat diperiksa seorang dokter dari Amerika Serikat (AS). Suryanto, cucu Mbah Gotho menjelaskan dokter dari Amerika yang tak disebutkan namanya itu datang sejak Minggu, 9 April 2017 lalu.

"Mereka memberitahu kalau datang tanggal 8 April 2017 tapi sampe sini tanggal 9 April 2017. Pemeriksaan tiga hari dilakukan satu dokter dan satu penerjemah," kata Suryanto.

Saat dokter itu datang, Mbah Gotho dites darah, pemeriksaan urine dan tes DNA. Tes itu dilakukan sebagai bagian untuk menentukan apakah Mbah Gotho memang manusia tertua di dunia.

"Katanya, kalau mau dijadikan sebagai manusia tertua harus ada buktinya," kata Suryanto.

Ia mengatakan bahwa dalam pemeriksaan itu, Mbah Gotho sempat ngambek. Ia protes mengapa dirinya hanya disuntik terus. "Simbah sempat bilang, kok disuntak-suntik terus, koyo dolanan (seperti mainan)," tuturnya.

Awalnya, lanjut Suryanto, dokter dari Amerika itu tidak percaya dengan umur dari Mbah Gotho. Tetapi setelah diperiksa medis dan disuntik, dokter itu mulai meyakini cerita Mbah Gotho.

"Dokter itu sempat bilang sama Pak Lurah, kalau nggak percaya dengan umur Mbah Gotho. Kemudian simbah diperiksa jantungnya dan disuntik. Pas disuntik ini, dokter ngomong kulitnya keras mengerak. Baru percaya dokternya dan bilang kalau simbah itu unik," kata Suryanto.

Cerita menarik lainnya adalah saat dokter asing itu menunggu Mbah Gotho untuk buang air kecil sebagai bagian dari tes urine. Dokter itu harus menunggu Mbah Gotho buang air kecil sekitar enam jam.

"Dari jam 3 sore sampe jam 9 malam itu nggak pipis. Lalu setelah mereka pulang, sekitar jam 10 malam, Mbah Gotho baru bisa pipis," ujar Suryanto. (berbagai sumber/can)

Kirim Komentar