26 Apr 2017 13:30
Bawa Lari Rp 531 Miliar

Puluhan Perampok Bersenjata Ubrak-Abrik Kota Terbesar Kedua di Paraguay

MyPassion
Kantor Prosegur, yang menjadi sasaran utama para perampok. Foto: AFP

ALTO PARANA - Sekitar 50 pria bersenjata mengubrak-abrik Kota Ciudad del Este di Alto Parana Department (setara provinsi), Senin (24/4) waktu setempat. Kota terbesar kedua di Paraguay itu porak-poranda.

Ini bukan syuting film! Para pelaku dari geng-geng kriminal Brasil tersebut meledakkan bangunan, membakar mobil, dan menembaki polisi.

Selama sekitar dua jam, para pelaku menjadikan ibu kota Alto Parana itu sebagai palagan. Target utama mereka adalah Prosegur. Yakni, perusahaan yang menawarkan jasa pengiriman uang tunai. Mereka meledakkan brankas berisi jutaan uang tunai di perusahaan tersebut setelah lebih dulu menghabisi para petugas keamanan.

Mereka menerobos pengamanan berlapis Prosegur dengan persenjataan ala militer. ”Terjadi baku tembak. Banyak korban tewas dan terluka. Tapi, kami belum bisa banyak bicara sekarang. Kami masih memburu para pelaku,” kata seorang polisi yang merahasiakan identitasnya.

Untuk memburu para pelaku yang berjumlah sekitar 50 orang itu, Paraguay bekerja sama dengan Brasil. Itu dilakukan karena kabarnya para pelaku berasal dari Brasil. Selain itu, setelah beraksi, para pelaku juga kabur ke Brasil.

Senin malam itu, para pelaku tidak hanya terkonsentrasi di Prosegur. Sebagian dari mereka beraksi di sekitar kantor polisi Ciudad del Este. Mereka memblokade seluruh ruas jalan menuju markas para penegak hukum tersebut dengan berbagai cara. Antara lain, membakar kendaraan dan menutup akses menuju kantor polisi. Mereka juga meledakkan bangunan di sekitar kantor polisi.

Semua itu mereka lakukan untuk memperlambat gerak aparat. Dengan demikian, saat alarm Prosegur berbunyi karena terjadi perampokan besar-besaran, polisi tidak bisa langsung mengejar para pelaku, benar-benar seperti adegan film action ala Hollywood. Menilik detail aksi para perampok yang sangat rapi itu, jelas bahwa pelaku mempersiapkan diri sejak lama.

Sejauh ini, polisi masih belum tahu persis jumlah kerugian yang timbul dalam perampokan bersenjata tersebut. Saat diledakkan, menurut sumber Prosegur, brankas berada dalam kondisi penuh uang. Sayangnya, dia tidak tahu jumlah uang di dalamnya. ”Biasanya, kalau brankas penuh, uangnya bisa mencapai USD 40 juta (sekitar Rp 531,39 miliar),” katanya.

Kuat dugaan, para penjahat itu mendapatkan bantuan orang dalam. Entah polisi atau pegawai Prosegur. ”Yang seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya di Paraguay,” kata Gubernur Alto Parana Justo Zacarias.

Dia menyebutkan bahwa perampokan bersenjata itu merupakan yang paling besar dalam sejarah kriminalitas Paraguay. Sedikitnya, satu polisi tewas dalam perampokan tersebut. ”Kami akan bekerja sama dengan Kepolisian Paraguay untuk memburu para pelaku,” terang Presiden Brasil Michel Temer.

Sejak Senin malam, tim gabungan Paraguay-Brasil menyisir perbatasan dua negara. Tepatnya, di sekitar Air Terjun Iguazu. Di lokasi itulah jejak terakhir para pelaku terlihat.

Kementerian Dalam Negeri Paraguay menyatakan bahwa operasi perburuan di air terjun berbuah manis. ”Tim gabungan berhasil melumpuhkan tiga tersangka dan menangkap empat lainnya,” bunyi laporan kementerian yang disampaikan kepada media kemarin (25/4).

Mengutip keterangan polisi, kementerian menyebut para pelaku perampokan sebagai anggota geng narkoba. Salah satunya, First Capital Command. (afp/cnn/hep/c20/any/jpnn)

Kirim Komentar