20 Apr 2017 09:03

Maesa New York Kirim Pelajar ke Sulut

MyPassion
Sarah Malonda

MAESA New York, salah satu organisasi  perkumpulan  orang-orang Minahasa dan Manado di Amerika, membuat program baku beking pande. Program ini untuk pelajar Kawanua yang sekolah di Amerika dan pelajar Sulut yang sekolah di daerah.

 

Tetapi akan diawali dengan pelajar Kawanua di Amerika yang akan pulang kampung untuk belajar budaya Minahasa sekaligus berbagi ilmu.

Program ini menarik, karena melihat perkembangan anak-anak para perantau di Amerika yang pinter-pinter. Tidak sedikit yang meraih prestasi. Mereka mampu bersaing di sekolah dengan anak-anak yang keturunan (papa-mama) asli Amerika.  Bahkan ada beberapa anak Minahasa yang menjadi ketua kelas. Mereka dikhawatirkan tidak tahu leluhur mereka. Bahkan yang sudah selesai sekolah, ada beberapa yang sudah diterima di militer untuk memperkuat angkatan bersenjata USA. Ada juga yang menjadi lawyers. Bisa saja di antara ratusan bahkan ribuan generasi kedua dan ketiga para perantau ini ada yang menjadi pejabat penting di kemudian hari. Barack Obama saja, generasi kedua keturunan imigran Kenya Afrika, bisa menjadi Presiden.

‘’Kami yang merupakan generasi kedua dan generasi ketiga yang lahir di Amerika dan menempuh pendidikan sejak dini di negara adikuasa ini, perlu tahu budaya nenek moyang kami. Kami perlu tahu itu budaya Minahasa supaya kami bangga menjadi bagian dari bangsa Minahasa. Dengan harapan, ketika kami sukses nanti menjadi orang penting di Amerika, tidak akan lupa tanah leluhur, tanah Toar Lumimuut,’’ ujar Sarah Malonda, mahasiswi Hunter College di Manhattan, New York, jurusan political science/international relations (ilmu politik/hubungan internasional).

Gadis 18 tahun ini, lahir dan besar di New York City.  Ia sudah pernah dikirim sekolahnya untuk pergi ke Spain 2014 dan Italy 2016 belajar tentang sejarah. Ia juga aktif di grup sekolah Model United Nations. Ia tamat SMA tahun 2016 (nama SMA: Academy of American Studies). Sekarang putri campuran Toulour-Tonsea ini lagi kuliah di Hunter College di Manhattan, NY.

‘’Saya akan memanfaatkan libur sekolah tahun 2017 ini untuk pulang ke kampung halaman orangtua saya dan belajar adat dan budaya leluhur kami,’’ ujar Sarah. Ia juga akan belajar dan berbagi ilmu di Dinas Pariwisata.  

Diharapkan masih ada juga anak-anak warga Kawanua di Amerika yang dikirim orangtua mereka pada libur nanti untuk belajar dan berbagi ilmu di kampung halaman. Sebaliknya, jika ada sisa dan mahasiswa dari Sulut yang ingin mengisi hari libur dengan belajar ke Amerika, akan difasilitasi oleh Maesa New York, organisasi perkumpulan orang Minahasa tertua di Amerika. (*/can)

Komentar
Kirim Komentar