18 Apr 2017 14:37

Kampanye Tak Boleh Kumpul Massa

MyPassion

TONDANO –Tahapan kampanye Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) dimulai Selasa (19/4) esok. Tahapan kampanye diawali dengan doa bersama seluruh calon hukum tua (Kumtua) dari 49 desa penyelenggara.  “Mulai 19 April akan masuk masa kampanye yang dibagi tiga sesi. Yaitu ibadah bersama untuk hari pertama, kampanye kerja hari kedua, dan pemaparan visi-misi untuk hari ketiga,” kata Ketua Panitia Pilhut tingkat kabupaten Denny Mangala.

Ia menjelaskan, pelaksanaan kampanye ada beberapa aturan yang diperketat. “Untuk aturan-aturan kampanye dilakukan sangat ketat. Memang tak jauh beda dengan Pilhut seri pertama tahun lalu, namun pihak panitia tak segan-segan mendiskualifikasi jika melanggar,” tegas Mangala.

Yang paling pokok, lanjutnya, tak ada acara pesta atau makan-makan di rumah calon Kumtua.

Asisten Bidang Pemerintahan Setkab ini menambahkan, dari aturan kampanye yang diperbolehkan untuk acara makan-makan dan kumpul massa hanya saat hari kedua. Yaitu kampanye kerja. “Saat kampanye kerja, calon bisa menyediakan makan, itupun harus disediakan di lokasi kampanye kerja, tidak boleh di rumah,” katanya.

Jika kedapatan, lanjutnya, akan langsung diskualifikasi. “Aturan-aturan lain masih sama,” sebut Mangala. Ia pun mengimbau agar masyarakat memilih dengan demokratis tanpa ada paksaan. “Pemungutan suara akan dilangsungkan 25 April. Warga kiranya menyempatkan diri untuk melakukan pemungutan suara dan memilih dengan baik,” harap Mangala.

Dilanjutkannya, setelah proses pemungutan suara, akan langsung masuk dalam penetapan. “Jadi setelah pemilihan, panitia akan memberikan laporan ke BPD, selanjutnya BPD akan melaporkan ke Pemkab melalui camat,” jelas Mangala.

Dan nanti, jika tak ada gugatan atau hal lain, awal Mei, bupati akan melantik Kumtua terpilih dari 49 desa peserta Pilhut ini.

Sementara, Ketua Komisi I DPRD Oklen Waleleng menuturkan, untuk pelaksanaan Pilhut agar jangan ada money politik. “Apalagi untuk desa yang jumlah penduduknya sedikit itu rentan money politik,” katanya. Waleleng pun menegaskan, jika terdapat pelanggaran-pelanggaran maka panitia tak akan segan melakukan diskualifikasi. “Kita akan membuat PiIhut kali ini benar-benar demokratis,” sebut Waleleng, sembari berharap semua tahapan akan berjalan lancar.(fgn/har)

Kirim Komentar