17 Apr 2017 07:13
Warga Sulut Dominan di Jakarta Timur

200.000 Kawanua Siap Menangkan Ahok

MyPassion

JAKARTA— Sekira 200.000 kawanua yang berdomisili di Jakarta, siap mengantarkan kemenangan bagi petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Kontribusi warga Sulut di ibu kota tergolong signifikan dan bisa mempengaruhi perolehan suara Ahok untuk mendulang kemenangan, jelang Pilgub DKI, Rabu (19/4), lusa. Mulai dari anak-anak hingga orangtua sangat mengidolakan mantan bupati Belitung Timur  yang dikenal jujur, bersih, tegas dan anti-korupsi.

 

Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua (K3) Angelica Tengker mendukung penuh Paslon nomor urut 2 ini (Ahok-Djarot). "Saya secara pribadi mendukung Ahok, dan untuk K3 sendiri saya yakin 95% mendukung. Itu dilihat dari deklarasi dan keikutsertaan masyarakat Kawanua di berbagai kegiatan Ba-Dja (Basuki-Djarot)," ungkap Tengker.

Sekretaris Bidang Maritim dan Lingkungan Hidup K3 Brigitte Montolalu, memaparkan Kawanua di Jakarta mencapai 200 ribu jiwa. "Kawanua tersebar di seluruh DKI, kecuali Kepulauan Seribu. Kawanua tersebar tidak terkonsentrasi di satu daerah saja, namun menurut pendataan, paling banyak berada di Jakarta Timur," ungkap Montolalu, saat di hubungi via telepon, Minggu (16/4), kemarin.

Ditegaskannya pula, K3 sudah membentuk sebuah tim pendukung Paslon nomor 2 Ahok-Djarot sejak Oktober 2016 lalu. "Kebetulan saya, salah satu penggagas‎ Kawanua Sahabat Setia Ahok Djarot (KSSAD). Kami deklarasi 15 Oktober 2016 lalu dan sebagian besar masyarakat Kawanua gabung di sana,” bebernya. Beberapa gerakan asal Kawanua seperti Forum Kawanua-Jakarta dan Kawanua Priok. Semuanya terlibat dalam tim pendukung dan pemenang Ahok-Djarot.

Senada Wakil Ketua K3 Fabian Pascoal. Menurutnya, sepak terjang ahok sudah terbukti membangun Jakarta. "Banyak dampak positif yang dilakukan oleh Ahok dalam membangun jakarta saat menjabat gubernur. Dan menurut saya itu pantas dipertahankan dan dilanjutkan," tandasnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak ingin revitalisasi Kota Tua diselesaikan dalam waktu yang lama. Ahok menargetkan revitalisasi Kota Tua selesai dalam waktu 5 tahun.

"Kita harap nggak sampai 5 tahun selesai. Kita nggak mau 20 tahun, 30 tahun," ujar Ahok dalam acara diskusi "2017: Wajah Kota Tua yang Berubah" di Gedung Museum Seni Rupa dan Keramik, Taman Sari, Jakarta Barat, kemarin (16/4), kemarin.

Pemerintah mulai mengaktifkan gedung-gedung yang berada di kawasan Kota Tua Jakarta. Pemda menunjuk Konsorsium Kota Tua Jakarta untuk mengaktifkan kembali bangunan-bangunan kosong di kawasan Kota Tua.

"Sekarang adalah managing director baru konsorsium dan staf dan ini udah mulai kelihatan. Pinginnya, yang penting di luar dirapikan lah," ujar Ahok.

Dalam acara tersebut, Ahok melakukan pengecekan tembok Gedung PT Kerta Niaga sebagai simbolisasi pengerjaan pengaktifan kembali gedung tersebut. Gedung tersebut akan dibangun untuk kegiatan ekonomi kreatif.

"Nanti ada etalase anak muda yang jualan kaya di Instagram, seperti aksesoris, gelang, atau baju, ya anak muda lah," ujar Managing Dierector Konsorsium Kota Tua Jakarta, Eddy Sambuaga. Eddy menerangkan, saat ini terdapat 13 proyek pengerjaan pengaktifan kembali bangunan.

Pengaktifan itu termasuk gedung milik PT Kerta Niaga. Pengaktifan gedung dilakukan agar gedung tidak kosong.

Sehingga, kawasan kota tua bisa aktif dikunjungi oleh masyarakat. "Di dalam gedung mau jadi apa? Kalau rumah kosong kan lama-lama jadi rusak. Kalau diisi kan hidup. Kita untuk mengisi aktivitas di dalam gedung," tutup Eddy. (rangga/vip)

Kirim Komentar