20 Mar 2017 15:02

JS Sudah Utus Tim ke Kalteng

MyPassion
KAWAL: Tim utusan Bupati James Sumendap saat mendatangi Polda Kalteng terkait kasus warga Mitra yang bekerja di Kalteng. foto: Niko Pelleng for MP

RATAHAN—Tim utusan Bupati James Sumendap sudah mengunjungi Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Mereka menelusuri kebenaran adanya dugaan warga asal Mitra yang bekerja di salah satu perusahaan kelapa sawit diperlakukan tidak semestinya.

 

Tim ini dipimpin langsung Asisten I Gothlieb Mamahit dan Asisten II Robby Ngongoloy Setkab Mitra, juga Kadisnaker Mitra, dan legislator DPRD Mitra. Menurut Mamahit, kasus ini akan dikawal hingga tuntas. "Karena ini persoalan nasib warga Kabupaten Mitra. Kami yang ditugaskan Bupati James Sumendap SH akan kawal kasus ini hingga tuntas dan rencananya kami akan laporkan ke Mabes Polri," tegasnya.

Ia mengatakan, selain telah mengambil langkah hukum, pihaknya juga telah melakukan sejumlah pembicaraan dengan pihak PT BAFM. Termasuk dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau. “Tugas kita memulangkan para tenaga kerja tersebut termasuk memperjuangkan apa yang menjadi hak mereka,” pungkasnya.

Salah satu anggota Dekab Mitra Niko Royke Pelleng yang ikut pergi ke Kalteng mengatakan, sebagian besar pekerja tersebut asal Kecamatan Silian Raya. Ada juga dari Kecamatan Tombatu, dan satu dari Desa Liandok (Minsel). "Jumlah mereka sekitar 18 orang. Tiga di antaranya sudah pulang lebih dulu setelah dapat uang tiket dari orang tua mereka," jelas Pelleng.

Beruntung sampai di Kalimantan Tengah dikatakannya, upaya tim mendapat respon dari Pemkab Pulang Pisau khususnya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Pulang Pisau. "Kebetulan dalam penerbangan dari Jakarta ke Kalimantan, saya satu tempat duduk bersebelahan dengan Kadis Penanaman Modal Pulang Pisau Usis I Sangkai. Saya sudah utarakan maksud kedatangan kami, dan beliau merespon dengan baik, bahkan bersedia membantu kami menyelesaikan persoalan ini," tukas Pelleng.

 

Menurut Pelleng, dari pernyataan Usis, pekerja di perusahaan tersebut, baik-baik saja, sehingga dirinya mengaku kaget ketika mendengar nasib pekerja asal Mitra tersebut. "Jika memang benar, saya menduga ada oknum yang bermain dalam hal ini. Tapi kami juga akan telusuri agar kondisi yang sebenarnya bisa diketahui," ujar Pelleng mengutip pernyataan Usis.

Bahkan menurut Pelleng, pihaknya telah mendatangi Mapolda Kalteng untuk melaporkan PT BAFM terkait nasib para tenaga kerja asal Mitra. “Ada beberapa poin yang sudah kami laporkan. Semuanya terkait dengan nasib para pekerja tersebut. Karena selain upah yang tidak sesuai, mereka juga tidak mendapatkan makanan yang cukup. Ini kami anggap suatu pelanggaran hukum, makanya kami laporkan ke aparat berwajib,” tandas Pelleng.

Diketahui, sebanyak 18 pekerja asal Mitra diduga diperlakukan tidak semestinya di salah satu perusahaan Kelapa Sawit. Menurut, Ventje Tangel orang tua dari Riske Tangel, salah satu pekerja asal Silian, pengakuan anaknya, mereka tidak mendapatkan makanan yang cukup sehingga memaksa mencari sendiri di lokasi tempat bekerja apa saja yang bisa dimakan. "Memang rasa sedih saat mendengar nasib mereka. Makanya kami langsung melaporkan hal ini ke bupati untuk meminta bantuan, supaya anak-anak kami bisa segera dipulangkan," tuturnya.

Saat mendengar keluh kesah para orangtua, Bupati James Sumendap SH pun langsung mengarahkan tim menuju ke Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah untuk menindaklanjuti apa yang terjadi.(ela/gel)

Kirim Komentar