23 Feb 2017 12:08
Jalani Kemoterapi, Pilih Izin dari Sekolah

Iniesta Kuera Tak Menyerah dengan Tumor Mata

MyPassion
PEMALU: Iniesta Kuera bocah pemalu namun tetap bergaul dan bermain bersama teman-temannya. Foto: Paul Bawole/Manado Post

Iniesta Kuera mengidap tumor mata. Namun semangat hidupnya membuat bocah dari Sitaro ini tak menyerah dengan penyakit ini.

Laporan Sriwani Adolong

INIESTA layaknya anak-anak lain. Saat bertemu dengan teman-temannya, dia memilih bermain. Meski tumor mata sedang menggerogoti masa kecilnya, namun Iniesta tak ingin menyerah dengan keadaan tersebut. Saat ditemui, Iniesta yang mengenakan kaos stripes merah dengan memakai topi, sibuk bermain. Ketika ingin diwawancarai, terlihat Iniesta malu-malu.

Tumor mata yang sedang dia idap menyita waktunya sebagai seorang siswa selama tiga bulan ini. Diceritakan sang ibu Widyawati Tamaka, awalnya mata kanan Iniesta terlihat aneh dan tidak seperti mata pada umumnya. “Saat itu saya sempat kaget matanya aneh seperti mata kucing. Sayapun langsung membawanya ke Manado,” tutur Widyawati.

Tahapan demi tahapan pemeriksaan dilalui. Iniesta diperiksa ke dokter mata kemudian disarankan di bawah ke Balai Kesehatan Mata Masyarakat (BKMM). Kemudian mendapat rujukan ke RSUP Prof Kandou. Pada November 2016 dokter memvonis Iniesta mengidap tumor mata. “Rasa tak percaya dan tidak bisa terima. Kasihan, masih kecil sudah mengidap tumor,” Ungkap Sang Ibu sedih.

Akhirnya bocah kelahiran Siau 7 Mei 2009 ini pun menjalani pengobatan di pusat kanker anak Estella RSUP Prof Kandou. Di akhir Januari ia harus mulai pengobatan kemoterapi dua siklus selama satu bulan sekali.

Akhirnya sang ayah memutuskan untuk minta izin di sekolah SDN Bebali Siau Timur. Karena siswa kelas dua itu harus menjalani pengobatan di Manado. Efek dari kemoterapi membuat Iniesta hilang nafsu makan. Rambut Iniesta juga digundul ayahnya karena sudah mulai rontok.

Terkadang ia harus meminta tisu kepada ibunya membasuh air mata yang keluar. Namun tak sedikitpun ia mengeluh sakit. “Rambutnya harus digundul karena kerontokannya seringkali jatuh di makanan. Namun selama ini, tak pernah ia mengeluh sakit. Semangatnya selalu membuatnya terlihat baik-baik saja,” tutup Widyawati.(***)

Kirim Komentar