17 Feb 2017 13:20

Pulau Lampu Diperebutkan

MyPassion
INDAH: Pulau Lampu hingga saat ini letaknya belum diketahui pasti berada di wilayah mana. Pulau ini bisa menjadi objek pariwisata baru jika dikembangkan dengan optimal. Foto: Susanti Sagune/MP

BOLAANG UKI—Pulau Lampu hingga kini masih berpolemik terkait status wilayahnya. Menurut Sangadi Desa Iligon Aristoteles Watulangkow, awalnya Pulau Lampu bernama Pondang dan adalah milik Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), bukan milik Bolaang Mongondow Timur (Boltim) yang sudah diklaim beberapa pihak.

Bergantinya nama menjadi Lampu katanya diberikan masyarakat Posilagon saat Iligon dan Desa Perjuangan belum dimekarkan. “Iya, namanya adalah Pulau Pondang jika dilihat di peta. Tapi masyarakat sini memanggil dengan sebutan Lampu karena di sana ada mercusuar besar yang selalu bersinar di malam hari,” jelas Aristoteles.

Sementara itu, Sangadi Desa Posilagon Masri Dilapanga saat dimintai tanggapan menyebutkan, tidak masuk akal jika Boltim mengatakan Pulau Lampu masuk daerahnya. Sebab, jika dilihat dari letak pulau, posisi Pulau Lampu tepat berada di hadapan Desa Posilagon, Iligon dan Desa Perjuangan, Kabupaten Bolsel. “Dari Desa Posilagon saja, batas Bolsel-Boltim masih ada belasan kilometer. Jadi tidak mungkin Pulau Lampu masuk wilayah mereka (Boltim),” tuturnya.

Di sisi lain Sangadi Desa Perjuangan Matulendi Genos menerangkan, status Pulau Lampu untuk segera diperjelas agar tidak menjadi masalah yang berkepanjangan. “Secara adat, budaya dan kekerabatan Bolsel-Boltim dekat. Namun mengenai status Pulau Lampu kita tidak boleh main-main,” tegasnya.

Menanggapi masalah tersebut, Asisten I Pemkab Bolsel Alsyafri Kadullah menjelaskan, wilayah Pulau Lampu ada di sekitaran Tanjung Plesko. Di mana, untuk sementara, wilayah ini masih belum diketahui apakah masuk Bolsel atau Boltim. “Jika dilihat, Pulau Lampu memang cenderung lebih banyak masuk di wilayah Bolsel. Tapi untuk membuktikan itu kita memerlukan petugas khusus untuk melakukan pemetaan untuk menentukan titik sebagaimana Permendagri tapal batas yang ditetapkan,” jelas Alsyafri saat diwawancarai harian ini.

Sementara itu, Asisten I Pemkab Boltim Amin Musa saat dikonfirmasi belum lama ini menegaskan, pihaknya tidak pernah mengklaim seutuhnya jika Pulau Lampu milik mereka. Katanya Pulau Lampu milik bersama. “Sebelumnya Bolsel dan Boltim sudah sepakat yang mana Pulau Lampu setengahnya masuk di Boltim dan selebihnya lagi masuk di wilayah Bolsel. Artinya batas kedua daerah ini berada di tengah-tengah pulau ini. Dan ini sudah ditentukan di Permendagri tapal batas yang beberapa waktu lalu diterbitkan,” kata Musa, menegaskan.(tr-04/gnr)

Kirim Komentar