17 Feb 2017 13:46
Pulau Nenas Rusak Akibat Bom Ikan

"Ada Nelayan yang Dipanggil Pokol, di Laut Mereka Sulit Ditangkap"

MyPassion
WAJIB DIJAGA: Pesisir pantai Pulau Nenas menyimpan kekayaan bawah laut yang indah. Salah satunya keunikan terumbu karang. Foto: Lucky Mamahit/MP

MANADOPOST—Habitat terumbu karang di Pulau Bomboyanoy (Pulau Nenas) rusak parah akibat bom ikan. Hal ini diungkapkan pemerhati lingkungan Marthen Meruntu, kemarin.

Menurutnya, masih banyak nelayan di Boltim yang menggunakan bom ikan. Dampaknya adalah merusak ekosistem laut. “Seperti ini, terumbu karang rusak. Padahal di sini (Pulau Nenas, red) potensi wisata alam bawah laut sangat menjanjikan,” ungkapnya.

Meruntu menambahkan, komunitas bawah laut sudah berupaya memperbaiki habitat terumbu karang. Namun jika nelayan masih menggunakan bom ikan, maka usahanya percuma. "Kita berharap pemerintah melakukan tindakan tegas pada nelayan pengguna bom ikan," ujarnya.

Mendengar hal tersebut, Bupati Boltim Sehan Salim Landjar mengaku geram. “Bom ikan sangat dilarang dan tentu pemerintah akan menindak dan menangkap para nelayan tersebut," tegasnya.

Landjar menambahkan, dia sudah pernah mendengar informasi tersebut. Namun menurutnya, para nelayan yang menggunakan bom ikan berasal dari luar Boltim.

"Nelayan Boltim sudah tidak berani. Ada nelayan dari luar yang dikenal dengan panggilan pokol.  Tapi, informasinya di laut mereka lihai jadi sulit ditangkap. Tapi pasti, pasti akan tertangkap," ungkapnya.

Namun, menurut Landjar, pada perubahan OPD yang terbaru, Dinas Kelautan akan beralih ke provinsi. "Jadi nantinya, soal kelautan penanggungjawabnya bukan lagi kabupaten," tutupnya.(ctr-03/can)

Kirim Komentar