14 Feb 2017 10:48

Terlibat Tarkam, Belasan Anak Muda Diamankan

MyPassion
Ilustrasi

MANADO—Aksi tawuran antar kampung masih kerap terjadi di Provinsi Sulawesi Utara. Sesuai data Polda Sulut, selang tiga tahun terakhir ada 51 laporan yang masuk ke jajaran yang dipimpin Kapolda Irjen Pol Bambang Waskito itu (lihat grafis). Dibutuhkan tindakan tegas. Pasalnya, dalam data tersebut, trenya sejak 2014 ada 17 kasus. Kemudian tahun 2015 naik drastis menjadi 31. Untuk tahun kemarin, sempat turun sampai 7 aksi.

Pengamat Hukum Harly Rumagit SH MH menyebutkan, untuk membuat efek jerah para pelaku harus dihukum berat. Supaya tidak mengulangi perbuatan mereka. “Yang paling penting cari biang keroknya, tangkap kemudian diproses hukum,” tegas akademisi UNIMA tersebut.

Diketahui, yang terbaru, aksi tawuran antar kelompok kembali pecah, Senin (13/2) sekira pukul 00.10 Wita. Kali ini di Kelurahan Bitung Karangria, Lingkungan I, Kecamatan Tuminting. Melibatkan kelompok pemuda dari Kelurahan Sindulang Dua, Lingkungan I (Lorong Tongkol) dengan Kelurahan Bitung Karangria Linkungan. Kejadiannya terjadi di Kelurahan Sindulang Dua. Akibat dari tawuran tersebut, satu unit kendaraan roda empat. Serta dua unit rumah mengalami kerusakan.

Menurut informasi yang didapat kepolisian dari warga, saat itu kelompok pemuda dari Karangria yang diduga sudah dipengaruhi minuman keras melintas di Lorong Tongkol dan membuat keributan sambil berteriak. Mereka juga melakukan penyerangan terhadap warga setempat.

Mendapat informasi, Polsek Tuminting dipimpin oleh Kanit Reskrim Tuminting Ipda Aritonang, bersama Rayon Sabhara dan Tim Paniki langsung turun ke lokasi. “Di tempat kejadian perkara, polisi berhasil mengamankan 17 orang anak muda yang terlibat dalam keributan tersebut,” terang Kasubbag Humas Polresta Manado AKP Rolly Sahelangi.

Diantaranya, yang berasal dari kelurahan Bitung Karangria; FA alias Faldi (17), BL alias Brando (19), BH alias Billy (18), MR alias Marlon (24), EB alias Erens (20), RA alias Ramos (23), BT alias Brayen (19) dan YT alias Yasin (24). Dari Malalayang Satu Timur; IL alias Irvan (19), FM alias Fahri (18), DW alias Daniel (18) dan DO alias Doglas (21). Kemudian empat warga Kombos Timur; yaitu RS alias Rico (24), AS alias Avner (25), JD alias Jansen (28), CA alias Christian (20) dan RN alias Rivo (22). “Semua pelaku tarkam kami amankan. Untuk diproses hukum oleh tim penyidik,” tandas Sahelangi.(ctr-16/gnr)

Kirim Komentar