12 Jan 2017 09:33

Peserta Menunggak Capai 30,13 M

MyPassion

MANADO—Kesadaran membayar iuran terbilang minim oleh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS). Baik itu kategori peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Pekerja Penerima Upah Badan Usaha (PPU BU). Jika ditotal tunggakan pada kedua kategori tersebut mencapai Rp 30.136.430.201.

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Manado dr Greisthy Borotoding melalui Kepala Unit Hukum, Komunikasi Publik, dan Kepatuhan Ivana Umboh menerangkan, tunggakan terakumulasi hingga Desember 2016. Khusus peserta di wilayah BPJS Kesehatan Cabang Manado yang membawahi Manado, Bitung, Minahasa Utara, Sangihe, Sitaro, dan Talaud.

Lanjut Umboh, berbagai upaya dilakukan oleh BPJS Kesehatan. Di antaranya, pembukaan loket pembayaran yang semakin mudah dan tersebar. Di mana setiap kota hingga kelurahan, sudah memiliki loket Payment Point Online Banking (PPOB).

Untuk itu, BPJS Kesehatan mengimbau kepada badan usaha pemberi kerja maupun peserta mandiri, agar rutin membayar iuran BPJS. Apabila dalam satu bulan terjadi penunggakan, kemudian iuran dibayarkan dalam waktu 45 hari setelahnya. Jika terdapat pekerja atau peserta anggota keluarga suami, istri, anak pertama hingga anak ketiga dari si pekerja yang harus dirawat inap, denda pelayanan dibebankan kepada pemberi kerja maupun peserta mandiri.

Hanya saja, ungkap Umboh, selama ini kesadaran untuk membayar iuran masih kurang. Sejumlah alasan yang didapati yaitu, tempat pembayaran jauh ataupun peserta lupa. “Untuk itu rajinlah membayar iuran secara rutin. Agar kartu JKN tetap aktif dan terlayani saat berobat,” sebutnya.

Ditambahkan Umboh, iuran tersebut akan terakumulasi terus, dan tidak ada pemutihan. Jadi harus tetap membayar sejumlah tunggakan terdata. “Peserta tidak bisa mendaftar lagi untuk menjadi peserta baru. Iuran akan terhenti ketika peserta itu meninggal dunia dan setelah dilaporkan ke BPJS,” pungkasnya.(keren/har)

Komentar
Kirim Komentar