12 Jan 2017 09:17

Mahasiswa STIP Tewas, Weku Frederick Karuntu Dicopot

MyPassion
Ilustrasi

JAKARTA—Kasus bully terhadap senior ke junior yang menyebabkan kematian kembali terjadi di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Jakarta Utara, Rabu (11/1). Kali ini menimpa taruna tingkat satu, Amirulloh Adityas Putra, 18, harus meregang nyawa usai dihujani bogem mentah di dadanya. 

Amir terluka di sekujur tubuh termasuk organ dalamnya. Amir seketika tewas karena lemas. "Bibir bagian bawah dalam ada luka lecet, organ dalam rusak, di dalam jantung dan paru paru terdapat gumpalan pendarahan. Sementara di lambung, berisi cairan kehitaman sisa minuman, korban juga negatif menggunakan narkoba," tutur Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombespol M. Awal Chairuddin, di Polres Metro Jakarta Utara, kemarin.

Akibat kejadian itu, polisi sendiri mengamankan lima orang senior Amir, yakni Sisko Mataheru, 19, Willy Hasiholan, 20, Iswanto, 21, Akbar Ramadhan, 19, dan Jakario, 19. Kelima mahasiswa tingkat II terbukti kuat dan sengaja melakukan penganiyaan terhadap Amir serta lima rekan seangkatan korban. Yakni Ahmad Fajar, Ilham Wally, Bagus Budi Prayoga, Josua Simanjuntak, dan Benny Syahril.

Kelima korban juga mengalami luka memar di beberapa bagian tubuhnya. Kapolres mengatakan, kasus ini bermula saat seorang pelaku, Sisko Mataheru mengajak teman-temannya tingkat II untuk melakukan peloncoan terhadap junior dalam hal ini basis alat drum band. "Ini merupakan budaya taruna dari senior terhadap juniornya, setiap ada pemain marching band baru mereka melakukan peloncoan," tambah Awal sembari menjelaskan kegiatan dilakukan pukul 17.00, Selasa (10/1).

Usai berbincangan dengan sejumlah rekannya, kemudian para pelaku mengumpulkan enam juniornya di ruangan dermotory ring 4 atau tempat ganti pakaian mahasiswa sekitar pukul 22.00. Di tempat itu para pelaku membariskan juniornya dan melakukan penyiksaan. Tak hanya memukul bagian dada dan Ulu hati pakai tangan kosong, pelaku juga secara beruntun melakukan tendangan kaki terhadap korbannya.

123
Komentar
  • MyPassion

    Lilianna
    22 Jan 2017 22:28

    Il a immédiatement ressemblé à une replique montres Cartier haut de gamme et j'ai immédiatement commencé à déranger mon concessionnaire Precious Time pour en obtenir un pour moi. Quand il est venu finalement à moi, il était juste aussi beau que je m'attendais, et n'a pas eu une égratignure dessus. La livraison a été géniale aussi - merci PT! Pas de soucis avec la navigation internationale, pas de mumbo-jumbo du Royaume-Uni, pas de marchandage, juste un montres Cartier pas cher vierge à prod et poke et écrire sur pour vous folk. Le TAG Heuer Link Automatic Chronograph est vraiment une excellente réplique montre, et je ne dis pas que souvent. C'est là-bas avec le Bentley, j'ai presque acheté, mais n'a pas depuis que j'ai eu un Breitling déjà, alors je suis allé TAG à la place. Je n'ai jamais réellement possédé un Hublot replique - ou plutôt une réplique de TAG Heuer. En fait, je n'ai jamais eu une montre avec un visage bleu du tout venir à y penser. C'est un regard pointilleux que je dois dire, lumineux, audacieux, rayonnant.
Kirim Komentar