12 Jan 2017 07:55
Pelaku Ciptakan Virus Manipulasi Data

Cyber Attack Teror Dana Nasabah

MyPassion

MANADO—Perkembangan teknologi tak terelakan. Berbagai sektor ikut terdampak. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sepanjang 2016 ada 111 perusahaan domestik yang beroperasi berbasiskan teknologi (Fin Tech). Luasan jangkauan serta beragam kemudahan jadi keunggulan.

Meski begitu, perkembangan tersebut bukan berarti tak rentan terhadap berbagai risiko kejahatan berbasis internet (cyber attack). Ini perlu diwaspadai karena diketahui, Dana Pihak Ketiga atau DPK, yang terbagi atas tabungan, giro dan deposito di Sulut mencapai Rp 21,012 triliun per Oktober 2016. Sedangkan jumlah aset mencapai Rp 39,059 triliun.

Komisioner Pengawas Industri Keuangan OJK Dumoly Pardede mengatakan, saat ini pemerintah perlu memperkuat sistem keamanan teknologi di dunia perbankan.

Pasalnya, serangan siber atau cyber attack yang terjadi seringkali disebabkan oleh kelemahan sistem pertahanan. “Indonesia perlu memperkuat sistem teknologinya dengan menyesuaikan terhadap perkembangan, misal serangan virus

Dumoly menjelaskan, cyber attack yang terjadi selama ini umumnya berupa virus. Virus tersebut diciptakan oleh seseorang dengan tujuan merusak atau mencuri data perbankan orang lain.

Selain pencurian data, virus itu juga bisa memanipulasi data. Akibatnya, pelaku bisa melihat jumlah saldo rekening bank seseorang kemudian mengosongkannya.

123
Kirim Komentar