11 Jan 2017 13:55

Oknum Dishub Lakukan Pungli

MyPassion
RAMAI: Biaya retribusi angkutan penyeberangan diduga ada permainan. Terpantau aktivitas di pelabuhan feri Melonguane saat kunjungan presiden pada tahun lalu. Foto: Fikantri Kaesang/MP

MELONGUANE—Oknum petugas Dinas Perhubungan Kepulauan Talaud diduga melakukan pungutan liar (pungli) di pelabuhan feri. Informasi diterima, oknum petugas Dishub sering meminta retribusi angkutan penyeberangan tanpa memberikan kuitansi bukti pembayaran.

“Kami sering dimintai uang retribusi sebesar Rp 300 ribu untuk biaya angkutan penyeberangan. Biaya itu sih tidak masalah. Namun tak ada bukti kuitansi yang diikutsertakan. Berpotensi adanya pungutan liar kalau begitu," ujar Ko' Sale, seorang sopir truk, Selasa (10/1) kemarin.

Beredarnya informasi tersebut, Kepala Dinas Perhububungan Max Patone saat dikonfirmasi mengatakan, biaya retribusi angkutan penyeberangan memang dimintai Rp 300 ribu per kendaraan. Itu sesuai peraturan daerah.

“Jika ada petugas yang meminta lebih, langsung ditangkap saja. Setiap pembayaran harus ada kuitansi yang dikeluarkan. Kalau tidak itu melanggar aturan namanya," ujarnya, Selasa (10/1) kemarin.

Patone menambahkan, dirinya terus memantau para pejabat dan staf di lingkup Dinas Perhubungan. Supaya menghindari praktik pungli. Jika ditemui ada oknum Dishub yang tertangkap tangan melakukan pungli, angkut saja (tangkap, red). “Saya selalu ingatkan mereka untuk jangan lakukan pungli. Saya akan cari tahu siapa petugas yang meminta retribusi tanpa memberikan kuitansi. Itu harus ditindak," tandasnya.(cw-02/can)

Kirim Komentar