11 Jan 2017 09:39

Keke Sulut Masih Sasaran Trafficking

MyPassion

MANADO—Keke (perempuan, red) Sulawesi Utara (Sulut) patut waspada. Kasus trafficking atau perdagangan orang, berdasarkan data yang dihimpun dari Polda Sulut selang tiga tahun terakhir, menunjukkan grafik peningkatan. Di mana, sejak tahun 2013 Nyiur Melambai mengoleksi 14 kasus. Masuk 2014 turun 12 kasus. Hingga akhir tahun 2016, kembali naik menjadi 23 kasus.

“Kebanyakan para korban (perempuan, red) dikirim ke Ternate dan Papua,” ungkap Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Ibrahim Tompo, ketika dikonfirmasi, di ruang kerjanya, Selasa (10/1) siang kemarin.

Dari daerah mana saja para korban trafficking berasal? “Hampir semua daerah yang ada di Sulut pernah ada korbannya,” tuturnya tanpa menjelaskan secara rinci. Ia pun tak menampik, jika di daerah paling utara Pulau Sulawesi ini, kasus perdagangan manusia meningkat berdasarkan data Mapolda. “Awalnya belum disebut trafficking, sebab banyak laporan diawali dengan hilangnya anggota keluarga. Kemudian setelah ditelusuri petugas, ternyata menjadi korban trafficking,” urainya lagi.

Lebih lanjut, mantan Wadirreskrimsus Polda Provinsi Maluku Utara (Malut) menuturkan, saat ini banyak kasus trafficking yang awalnya dipengaruhi orang-orang dekat. “Seperti pengaruh teman-teman dekat. Awalnya mereka saling bercerita tentang kesenangan bekerja di suatu tempat. Kemudian setelah terpengaruh, para korban dikoordinir dan dieksploitasi. Kemudian baru terjadi kasus trafficking,” bebernya.

Dia pun menegaskan jika Polda Sulut terus berupaya menekan kasus tersebut di tahun ini, 2017. Misalnya, pihaknya bersama jajaran akan terus melakukan sosialisasi Undang-undang Trafficking dan imbauan-imbauan kepada seluruh elemen masyarakat. “Seperti himbauan melalui Babimkamtibmas, Linmas, dan Polmas. Memang peran penting masyarakat untuk mencegah kasus-kasus trafficking itu sangat penting,” ujarnya. “Upaya lainnya, berupa penempatan Polwan di Polres untuk meningkatkan peran Renata (remaja, anak, wanita) di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Pengamat Hukum Harly Rumagit SH MH menyebutkan, kasus trafficking ini adalah salah satu masalah yang harus diseriusi. “Kebanyakan kasus trafficking didasari kurangnya sosialisasi dan juga pengaruh keuangan. Masalah trafficking adalah masalah yang harus ditindak tegas. Pemerintah harus memberikan efek jera kepada pelaku-pelaku trafficking agar tidak melakukannya lagi,” tutur akademisi Universitas Negeri Manado (Unima) tersebut, ketika diwawancarai harian ini semalam.

12
Kirim Komentar