10 Jan 2017 10:41

Tekan Lonjakan Harga, Ayo Tanam Rica

MyPassion
Ilustrasi

MANADO—Harga rica kembali melambung tinggi. Senin (9/1) kemarin, di Pasar Pinasungkulan Karombasan dijual Rp 80 ribu per kilogram (kg). Begitu pun dengan kondisi di pasar tradisional di sejumlah kabupaten/kota.

Salah satu permasalahannya yaitu pasokan rica yang sering tidak mencukupi kebutuhan. Karena itu, organisasi daerah termasuk Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita, hingga Wanita Kaum Ibu (W/KI), diminta menggalakkan anggotanya untuk membuat dapur hidup di rumah. Termasuk menanam rica. 

Diakui Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut Ir Jenny Karouw MSi melalui Kabid Dalam Negeri Hanny Wajong, selain kendala distribusi, produksi juga cenderung tidak maksimal. Sebab itu, pemerintah sering memasok dari daerah lain seperti Gorontalo maupun Ternate, Provinsi Maluku.

Di sisi lain, harga rica yang makin pedas alias mahal dinilai Presiden Joko Widodo merupakan dampak suplai menurun selama 2016. Terutama untuk komoditas cabai (rica, red) rawit. Pemerintah meyakini tahun ini harga rica bisa berangsur turun setelah suplai diperbesar. “Masyarakat diimbau mampu menyiasati kenaikan harga komoditas itu,” kata Presiden Jokowi, usai mendatangi Pasar Induk Kajen di Kabupaten Pekalongan, Senin (9/1) kemarin.

Menurut Presiden, harga sejumlah komoditas, termasuk rica sangat tergantung supply dan demand. Selain itu, pada 2016 kemarin memang jelek untuk rica sehingga banyak yang busuk dan gagal panen,” lanjut mantan Wali Kota Solo itu. Akibatnya, suplai di pasaran berkurang sehingga mengerek harga.

12
Kirim Komentar