10 Jan 2017 14:04

Pejabat `Pandang Enteng` Wabup

MyPassion
TEGAS: Wabup Rusdi Gumalangit dan Sekda Muhamad Assagaf saat pengecekan aset kendaraan di Lapangan Gogaluman Tutuyan, kemarin

MANADOPOST—Ketidakhadiran sejumlah kepala SKPD saat pengecekan aset kendaraan dinas, di lapangan Gugaluman Tutuyan kemarin (9/1), dinilai sebagi sikap ‘pandang enteng’. Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Boltim Rusdi Gumalangit.

Menurut Papa Keken –panggilan akrab Rusdi Gumalangit— sejumlah pejabat itu mungkin meremehkan dia karena hanya sebagai wabup. Padahal, pemeriksaan kendaraan dinas itu atas perintah Bupati Boltim Sehan Landjar.

“Papa Keken kan hanya wakil bupati, masih ada bupati. Apalagi pernah sama-sama pejabat di eselon dua. Jadi ‘pandang enteng’,” ujar Gumalangit di hadapan para pejabat yang berkumpul.

Gumalangit sempat geram, ketika beberapa kendaraan bermotor yang masuk dalam daftar aset tapi tidak ada di lapangan.

“Jika tidak ada di sini, saya curiga kendaraannya tidak ada. Jika tidak digunakan sebaiknya diserahkan kepada masyarakat. Banyak yang lebih membutuhkan,” ungkap dia.

Gumalangit juga menegaskan, jika ada pejabat yang menahan aset daerah, harus ditarik. “Cari semua aset yang ada. Jika masih ada pejabat yang menahan aset, panggil Satpol PP dan tarik kendaraan tersebut,” tegas Gumalangit.

Sementara itu, Sekda Muhamad Assagaf mengungkapkan, dirinya melakukan pengecekan pajak kendaraan. Karena berdasarakan laporan, banyak kendaraan plat merah yang tidak bayar pajak.

“Kendaraan dinas disediakan anggaran untuk perawatan dan pembayaran pajak. Jika tidak bayar pajak, kita tahan,” tegas Assagaf.

Assagaf menambahkan, akan ada tim yang melakukan pengecekan aset secara detail. Bukan hanya pengecekan umum seperti di lapangan. “Ada tim. Semua aset kita cek, masih digunakan atau malah tidak difungsikan. Dan bukan hanya kendaraan dinas,” ujarnya.

Berdasarkan data dari Kepala Bidang Aset Jimmy Paendong, di Boltim ada 126 kendaraan dinas roda empat dan 482 roda dua. “Untuk kondisi fisik aset kita akan melakukan pengecekan kembali. Tahun lalu ada aset yang dihapus,” ujar Paendong.(ctr-03/can)

Kirim Komentar