10 Jan 2017 13:37

`Koleksi` Janda Meningkat

MyPassion

MANADOPOST—Angka perceraian di Kabupaten Kepulauan Sangihe menunjukkan grafik peningkatan. Data didapat harian ini dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) serta Pengadilan Agama, kabupaten bahari sudah ‘mengoleksi’ 238 perkara cerai yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (putusan pengadilan). Dengan rincian, 2015: 117 dan 2016: 121 perkara. Artinya, kini ada 238 warga berstatus janda maupun duda.

“Kasus perceraian disebabkan karena pihak ketiga yaitu pria idaman lain dan wanita idaman lain. Kemudian perceraian juga disebabkan oleh faktor ekonomi dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT),” ungkap Kepala Disdukcapil Dra Olga Makasidamo, Senin (9/1) kemarin siang.

Makasidamo menyarankan, untuk menekan angka perceraian, bimbingan pra nikah di gereja harus diintensifkan. “Makanya harus ada kurikulum bimbingan pra nikah. Jadi harus sudah dipersiapkan calon yang menikah. Kemudian peran orang tua terhadap anak-anak harus ditingkatkan yaitu memberi bimbingan. Apalagi ada anak yang kawin di bawah umur,” ungkapnya.

Hal senada juga dipaparkan Hakim Pengawas Bidang Kepaniteraan  Pengadilan Agama Tahuna NUR Amin SAg MH. Menurutnya perceraian di Pengadilan Agama kebanyakan digugat perempuan dengan faktor penyebab paling banyak kehadiran orang ketiga, serta masalah dan ekonomi yang memicu KDRT. “Setiap sidang perceraian kami selalu berusaha untuk memediasi kedua pihak. Kalau sudah tidak bisa dimediasi baru diproses kasus perceraiannya,” tandasnya.(ite/gnr)

Kirim Komentar