10 Jan 2017 12:08

Jangan Jauhi LGBT

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOST – Fenomena kaum Lesbian Gay Biseksual dan Transgender semakin merebak. Bahkan, mereka pun tak malu lagi memperlihatkan secara gamblang perilaku ini. Masyarakat pun mulai mencibir akan perilaku menyimpang ini. Namun, hal ini seharusnya tak perlu dilakukan. Para pelaku LGBT jangan dijauhi namun dirangkul.  Hal ini ditekankan oleh sejumlah tokoh agama.

Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM Pdt Dr HWB Sumakul menegaskan, gereja menolak perilaku ini. Namun, bukan berarti mengucilkan mereka. “Jadi ini sudah termasuk pergumulan kami sejak lama. Dan masyarakat pun janganlah menjauhi mereka-mereka ini. Tetaplah hargai mereka, serta tentu jadi tugas gereja juga memberikan pencerahan bagi kaum LGBT,” ujar Sumakul.

Ia juga menuturkan, jika menghadapi kaum LGBT, jangan dijauhi. “Jangan menjauhi mereka. Jangan mendiskriminasi mereka. Lebih baik dirangkul dan diberi pemahaman agar mereka bertobat dan kembai ke jalan yang benar,” katanya. “Jadi jangan meninggalkan mereka,  namun harus menghargai, karena mereka juga manusia, namun harus diberikan pencerahan agar meninggalkan hal seperti itu,” pungkas Sumakul.

Senada, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Utara KH Abdul Wahab Abdul Gafur mengatakan kaum LGBT itu tak sesuai dengan hukum agama, mereka itu tentu melanggar aturan dalam keagamaan. Hal ini harus dijauhi bagi anak muda, agar tak terpengaruh dan menjadi salah satu dari para LGBT. “Pemerintah pun diharapkan agar ada perhatian untuk bisa menangani masalah-masalah LGBT,” imbuhnya. “Karena takutnya akan semakin banyak dan berkembang, sehingga merusak generasi bangsa nanti,” kuncinya.

Sementara, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Sulut Ir Suryono MT  juga menegaskan tak setuju akan kaum LGBT. “Karena perilaku mereka telah menyimpang dari kehidupan normal, dalam konteks seksualitasnya,” jelas Suryono. “Bagi mereka kaum tersebut atau yang akan bergabung, kami tak bisa menahan perasaan atau keinginan mereka. Itu kembali kepada pribadi masing-masing orang,” singkatnya.(chintia/tr-05/fgn)

Kirim Komentar