10 Jan 2017 11:26

DPRD Ragukan Penyertaan Modal ke MSH

MyPassion
ALOT: Pembahasan mengenai Ranperda PT Membangun Sulut Hebat di Badan Musyawarah, Senin (9/1) kemarin berlangsung cukup alot. Foto: Humas Setwan Sulut

MANADO — Badan Musyawarah (Banmus) belum berani mengagendakan paripurna pemandangan fraksi pada Ranperda Penyertaan Modal Pemprov ke PT Membangun Sulut Hebat (MSH). Pembahasan agenda yang biasanya berlangsung tidak terlalu lama, tapi dalam rapat Banmus kemarin, berbeda. Masing-masing anggota dan pimpinan alot membahas mengenai penyertaan modal ini.

Di mulai dari keraguan keberadaan anggaran Rp 25 miliar tersebut, sampai badan hukum yang membawahi BUMD ini. Usai rapat, Wakil Ketua DPRD Sulut Stefanus Vreeke Runtu (SVR) menjelaskan, pihaknya harus mempelajari terlebih dahulu mengenai penyertaan modal PT MSH ini sebelum berlanjut ke tahap berikut.

“Yang dipertanyakan itu masalah teknis. Kesepakatan rapat kita, ada baiknya masuk ke instansi teknis, lalu masuk ke pemandangan umum. Ada baiknya sudah dapat penjelasan dulu. Masakan hal-hal teknis mau ditanyakan lagi ke gubernur,” papar SVR.

Menurutnya, dalam pemandangan umum fraksi nantinya hanya mempertanyakan mengenai hal-hal penting. “Jadi, ada pertemuan dengan instansi teknis. Mekanisme ini ditempuh agar ada penjelasan ke pansus, khususnya fraksi agar pemandangan umum menyangkut hal-hal yang memang perlu ada penjelasan dari pak gubernur dan pak wagub,” paparnya.

Masalah teknis yang dimaksudkan, lanjut SVR, mengenai business plan dari PT MSH. “Masakan itu ditanya lagi ke pak gubernur,” ucapnya. Ditambahkan Ketua Fraksi Partai Golkar Edison Masengi mengatakan, tak ada alasan Banmus memperlambat tahapan penetapan Ranperda Penyertaan Modal ke PT MSH. “Anggaran di APBD ada. Tapi kan posnya hanya disebut penyertaan modal. Harusnya sudah jelas, ini penyertaan modal ke mana,” tandas Masengi.

Sebelumnya Ketua Fraksi PDI Perjuangan Teddy Kumaat menyatakan jika pembahasan ranperda ini tak akan berlangsung lama. “Tinggal penetapan saja. Kami juga akan mengawal agar ranperda yang akan kita tetapkan sesuai aturan. Karena operasional PT MSH ini sudah sangat mendesak,” tegasnya.(gel)

Kirim Komentar