10 Jan 2017 10:29

40 Turis Tiongkok Dievakuasi, `Ternyata Mereka Nekat`

MyPassion
Steven Kandouw

MANADO—Hujan disertai angin kencang, Minggu (8/1), rupanya tak hanya berdampak pada tumbangnya pohon di beberapa titik sentral di Sulut. Namun juga menyebabkan badai dan ombak tinggi di perairan Manado Tua. Tak ayal, dampak bencana bukan hanya dirasakan masyarakat Sulut. Tapi turut menimpa warga Tiongkok.

Ya, sekira 40 turis asal Tiongkok yang datang ke Sulut untuk menikmati keindahan bumi Nyiur Melambai, justru menerima nasib malang. Para wisatawan mancanegara (wisman) yang berwisata ke Pulau Lihaga, sejak pagi hari, harus terjebak di sana. Setelah badai dan ombak tinggi yang menerjang perairan Pantai Manado Tua, tak kunjung reda.

Mengetahui informasi tersebut, Pemprov Sulut gerak cepat. Berkoordinasi dengan tour travel yang menangani perjalanan mereka, Wakil Gubernur Steven Kandouw didampingi Direktur Pengamanan Objek Vital (Dirpamobvit) Polda Sulut Kombes Pol Yudi Sumartono, memimpin langung evakuasi para turis. Setelah ditemukan, 40 warga Negeri Tirai Bambu itu, akhirnya dievakuasi ke Desa Munte, Likupang. Kemudian diistirahatkan ke Hotel Mercure, Tateli, Manado.

Kandouw pun langsung memberikan peringatan keras. Pasalnya, sudah ada imbauan, selama cuaca ekstrim seperti itu masih berlangsung. Paket wisata ke Pulau Bunaken dapat ditunda. “Tapi ternyata mereka masih nekat saja. Kami berharap, kejadian seperti ini jangan sampai terulang lagi. Ini demi keselamatan semuanya,” ujar Kandouw.

Senada, Sumartono meminta imbauan tersebut dapat ditaati.

Pihaknya sebagai satuan yang paling bertanggung jawab atas keamanan dan keselamatan turis di Sulut, meminta pihak travel maupun wisman lebih mengutamakan keselamatan. “Kami meminta seluruh tour operator dan pelaku bisnis wisata lainnya agar dapat selalu berkoordinasi dengan Pamobvit Polda Sulut. Sehingga potensi kejadian serupa dapat diminimalisir,” harapnya.

Terpisah, Owner MM Tour and Travel yang menangani perjalanan para turis Dani Jacob berterimakasih atas gerak cepat Pemprov dan  Polda Sulut. "Saling bersinergi dalam bekerja seperti ini, membuat kami merasa nyaman dalam mengembangkan pariwisata di daerah ini,” tukas Jacob.

Evakuasi sendiri dilakukan sekira, pukul 21.30 wita, menggunakan sebuah kapal ikan berbobot 58 ton. Atau lebih besar dari speedboat wisata yang digunakan para turis. Para turis berhasil dievakuasi hingga pukul 23.00 wita. (cw-04/vip)

Kirim Komentar