07 Jan 2017 10:16

Pengawasan Rendah Jumlah Penumpang Lampaui Manifest

MyPassion
KURANG KONTROL: Pengawasan transportasi laut tergolong rendah. Tampak aktivitas di Pelabuhan Miangas saat arus mudik di hari raya lalu. Foto: Fikantri Kaesang/MP

MELONGUANE—Banyak hal harus dibenahi dalam sistem transportasi laut. Kecelakaan Zahro Express di DKI Jakarta, harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk meningkatkan pengawasan sektor transportasi laut. Pengawasan transportasi laut penting dilakukan mengingat tingkat kecelakaan laut yang meningkat akhir-akhir ini. Pendataan nama-nama penumpang juga dianggap penting guna menghindari risiko kecelakaan, akibat jumlah penumpang yang melebihi batas ketentuan.

Pelabuhan Melonguane terpantau kurang pengawasan. Tidak ada data setiap nama penumpang kapal. Hanya yang membeli tiket yang terdaftar. Rata-rata manifest kapal berjumlah 100 orang. Sedangkan yang turut naik dalam kapal melebihi kapal tersebut.

Ada banyak penumpang yang menaiki kapal tanpa memiliki tiket. Plh Syabandar Christian Darongke saat dimintai keterangan mengatakan, pihaknya selalu memiliki data nama penumpang kapal. Namun memang hanya bagi penumpang yang membeli tiket. “Yang terdata, mereka yang membeli tiket saja," ujarnya singkat.

Pada prinsipnya, kecelakaan di laut memang bisa terjadi karena faktor manusia dan faktor teknis. Akan tetapi, faktor teknis tidak terlepas dari campur tangan manusia. Untuk itu, Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip meminta agar instansi terkait dapat meningkatkan pengawasan transportasi laut. “Pengawasan kiranya boleh ditingkatkan demi meminimalisir terjadi hal-hal tak diinginkan," ujarnya, Kamis (5/1) lalu.(cw-02/har)

Kirim Komentar