07 Jan 2017 08:41
Koalisi PG-PDI-P Masih Solid

Diterpa Isu Keretakan, Begini Reaksi Bupati Minsel

MyPassion
Christiany Eugenia Paruntu

MANADOPOST — Kabar keretakan hubungan Bupati Christiany Eugenia Paruntu SE  dengan PDI Perjuangan terus menyeruak. Seperti diberitakan kemarin, bupati yang akrab disapa Tetty itu, diduga mulai coba-coba menghadang laju Banteng, yang mengusungnya pada Pilbup 2015 lalu. Isu ini kencang berhembus pasca rolling pejabat, pada akhir Desember lalu. Ditengarai, Tetty mendepak orang-orang yang berjuang memenangkan dirinya dengan Franky Wongkar.

Bantahan pun disampaikan Tetty. Pada koran ini, Ketua Partai Golkar Minsel itu membantah keras mengenai isu tersebut. "Itu sama sekali tidak benar. Yang benar adalah sampai saat ini kami masih akur dan baik-baik saja. Bahkan harmonis. Hanya saja ada beberapa oknum yang berusaha memperkeruh situasi dan mengambil keuntungan dengan menyebarkan isu keretakan hubungan PDI-P dan PG," kelit bupati tercantik se-Indonesia ini. Tetty pun meminta jangan ada yang berusaha memecah belah hubungan PDI-P dan PG di Minsel. "Jangan ada coba-coba membuat keretakan. Kami (PDI-P dan PG) masih sangat harmonis," tukasnya.

Franky Wongkar yang juga Sekretaris PDI Perjuangan Sulut sudah membantah. Mantan Ketua Fraksi PDI-P DPRD Sulut itu mengaku hubungan baik antara Tetty dengan PDI-P tetap terjalin dengan baik. "Itu tidak benar. Sampai saat ini, tetap akur dan selalu berkawan dalam membantu penyelenggaraan pemerintahan di Minsel. Itu terlihat pada setiap pembahasan program di DPRD Minsel. Fraksi PDI-P dan Fraksi Golkar selalu mendukung program pemerintah," urai Wongkar.

Tak hanya dari kubu PDI-P yang menyerukan keharmonisan antara dua partai yang dikenal jarang berkoalisi itu, kubu Partai Golkar Minsel melalui Wakil Ketua Bidang Organisasi PG Minsel Karel Lakoy juga membantahnya. “Isu murahan ini sengaja dihembuskan oknum yang tidak suka keharmonisan di Minsel terus tercipta,” sebut Lakoy.

Sementara kabar keretakan antara Tetty dan PDI-P ini, sempat menarik perhatian warga Minsel, kemarin. “Kan sudah dari dulu PDI-P dan Golkar tak pernah berkoalisi. Walaupun Pilkada lalu hanya PDI-P sebagai pengusung, tapi bupatinya kan tetap kader Golkar,” beber Marcel Tumiwa, salah satu warga Minsel, kemarin. Hal yang sama diungkapkan Jeffry M, warga Amurang. “Kalau kabar retak sudah tidak heran lagi. PDI-P dan Golkar itu sangat jarang bisa berkoalisi. Apalagi di Minsel. Ibu Bupati sudah di periode kedua. Pasti baik Golkar maupun PDI-P sudah memikirkan bagaimana Pilkada berikut,” kunci Jeffry. (jes/gel)

Kirim Komentar