06 Jan 2017 07:47
Isu Keretakan Hantam Pakar

Tetty `Tendang` Banteng

MyPassion

MANADOPOST — Kabar tak mengenakkan muncul di Minahasa Selatan. Hubungan baik antara Bupati Christiany Eugenia Paruntu dengan PDI Perjuangan, partai yang mengusungnya di Pilkada 2015 lalu, sepertinya mulai retak. Tetty, sapaan akrab bupati cantik itu, ditengarai mulai melupakan jasa Banteng.

Menurut sumber resmi yang meminta namanya tidak dikorankan, sebagian nama pejabat yang diusulkan ataupun dekat dengan PDI Perjuangan, tidak diakomodir pada pelaksanaan rolling, akhir Desember 2016 lalu. Bahkan, ada oknum pejabat yang sebelumnya menjabat camat tidak lagi diakomodir.

Kabarnya, pejabat bersangkutan diberhentikan sebagai camat lantaran menghadiri kegiatan PDI Perjuangan. "Memang jika dilihat secara kasat mata hubungan antara kedua parpol ini baik-baik saja. Namun dibalik itu, sudah ada kerenggangan yang berusaha ditutupi," ujar sumber tersebut. Lebih memiriskan, lanjutnya, pada pelaksanaan rolling, bupati lebih memilih orang-orang yang tidak mendukung pencalonan dirinya dengan Wakil Bupati Franky Wongkar saat Pilkada lalu.

"Kami menyayangkan orang yang bekerja tidak dihargai. Justru mereka sebelumnya berseberangan, yang diakomodir dan diangkat menjadi pejabat," tukas sumber. Kerenggangan hubungan antara Tetty dan PDI-P ini ditengarai mulai muncul saat Bupati Minsel dua periode itu menjadi Ketua Golkar Minsel. Bahkan terang-terangan, sosok yang digadang-gadang menduduki Ketua Golkar Sulut itu menyebut, target kemenangan pada pemilihan legislatif nanti tak tanggung-tanggung. Dia bertekad Golkar merebut 50 persen kursi DPRD Minsel.

Wakil Bupati Minsel Franky Wongkar saat dikonfirmasi membantah keretakan hubungan Tetty dan PDI-P. "Itu tidak benar. Sampai saat ini tetap akur dan selalu berkawan dalam membantu penyelenggaraan pemerintahan di Minsel. Itu terlihat pada setiap pembahasan program di DPRD Minsel. Fraksi PDI-P dan Fraksi Golkar selalu mendukung program pemerintah," jelasnya.

123
Kirim Komentar