04 Jan 2017 10:34

Memulai 2017 Bersama Princess Leia

MyPassion

Dan karena Star Wars itu begitu berpengaruh dan mengglobal, mau tak mau, suka tak suka, Carrie Fisher akan selalu menjadi Leia.

“Star Wars adalah pekerjaan saya dari dulu sampai sekarang. Star Wars tidak bisa memecat saya, dan saya tak akan pernah bisa mengundurkan diri,” tulisnya di buku tersebut.

Siapa Fisher dan siapa Leia, katanya, mungkin sudah tidak jelas. “Ambil saja tengah-tengahnya. Tidak jauh dari situ,” tandasnya.

Mengenai image seksi Leia di mata penggemar laki-laki, setelah puluhan tahun Fisher mengaku sudah sangat terbiasa. Dia bahkan menyindir lucu, bahwa sudah bukan rahasia kalau image-nya dengan gold metal bikini itu merupakan sumber inspirasi masturbasi satu generasi!

Wkwkwkwkwk…

Buku The Princess Diarist ini ditulis Leia, eh Fisher, saat berusia 60 tahun. Diterbitkan hanya lima pekan sebelum dia meninggal pada akhir 2016 lalu.

Itu membuat saya agak merinding karena buku ini seperti pengakuan terakhirnya sebelum dia meninggal. Bahkan, pengakuan “dosa” terbesarnya merupakan inti utama buku ini.

Pengakuan bahwa pada 1976, saat tiga bulan syuting Star Wars pertama di Inggris, dia terlibat affair bersama bintang utama lain, Harrison Ford.

Waktu itu dia masih berusia 19 tahun, mengaku sedang “mekar-mekarnya” sebagai perempuan. Sedangkan Ford sudah 33 tahun, dan waktu itu sudah menikah dan punya dua anak.

Dalam Star Wars, Harrison Ford memerankan Han Solo, seorang penyelundup yang kemudian jadi jagoan, dan menjadi kekasih dan suami Princess Leia.

Tidak ada satu pun yang tahu, selama 40 tahun ini, kalau ternyata Leia dan Solo, maaf Fisher dan Ford, ternyata memang menjalin hubungan khusus.

Secara detail, hubungan ini dituliskan di bagian tengah The Princess Diarist. Bagaimana kali pertama mereka berhubungan (melibatkan alkohol). Bagaimana mereka benar-benar bersama saat weekend, lalu saat Senin sampai Jumat bertingkat seperti rekan kerja profesional menuntaskan film besutan George Lucas tersebut.

Lewat deskripsi. Lewat puisi. Lewat catatan-catatan pendek. Fisher mencoba menggambarkan betapa rumitnya hubungan ini. Bukan cinta. Tidak ada masa depan. Tapi benar-benar seperti dua jiwa yang harus dan butuh bersama. Benar-benar complicated.

Empat puluh tahun lamanya Fisher menyimpan ini. Dan dia mengaku menghubungi dulu Harrison Ford sebelum membeberkannya dalam buku ini. Dengan pertimbangan, setelah 40 tahun, tidak akan ada lagi yang disakiti.

Buku pun terbit.

Pengakuan dosa disampaikan.

“Affair saya dengan Harrison adalah sebuah one-night stand yang berlangsung sangat panjang. Saya lega saat itu berakhir. Dan saya sangat tidak menyetujui diri saya sendiri,” tulis Fisher.

Lalu, Carrie Fisher terkena serangan jantung dalam penerbangan dari London menuju Los Angeles. Lantas meninggal pada 27 Desember 2016 lalu…

 

***

 

Tidak banyak orang yang sadar, termasuk saya sebagai penggemar berat Star Wars, bahwa Fisher adalah seorang penulis berbakat.

Ini merupakan bukunya yang ketujuh. Buku-buku sebelumnya cukup laris, bahkan ada yang difilmkan. Semua berdasar pengalaman pribadi, karena Fisher memang punya hidup yang unik. Punya banyak bahan tulisan yang luar biasa.

Ayah ibunya adalah Eddie Fisher dan Debbie Reynolds, penyanyi dan aktris kondang. Saat Carrie Fisher masih balita, ayahnya meninggalkan sang ibu untuk bersama aktris kondang lain Elizabeth Taylor.

Fisher juga punya gangguan jiwa, dia terdiagnosis mengidap bipolar disorder. Mood-nya bisa bergeser begitu cepat, dari hepi ke sedih. Narkoba sempat menjadi bagian besar dalam hidupnya.

123