03 Jan 2017 08:07
Dirjen GTK: Harus Ikuti PPG Dulu

Lulusan Politeknik Jadi Guru SMK

MyPassion
Muhammad Nasir

JAKARTA – Kekurangan guru produktif di SMK cukup besar, mencapai 18 ribu orang. Pemerintah berupaya menutupnya dengan beberapa skenario. Diantaranya adalah membuka akses yang luas kepada lulusan politeknik. Syaratnya mereka harus mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) sebelum menjadi guru.

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Sumarna Surapranata mengatakan, tidak ada larangan bagi lulusan politeknik untuk menjadi guru. Apalagi menjadi guru produktif di SMK sesuai dengan jurusan kuliah di politeknik.

Pejabat yang akrab disapa Pranata itu menjelaskan, di Pasal 9 UU 14/2005 tentang guru dan dosen dinyatakan lulusan S1 maupun D4 bisa jadi guru. ’’Dengan catatan harus mengikuti PPG terlebih dahulu,’’ kata Sumarna di Jakarta, Senin (2/1), kemarin.

Namun menurut Pranata pemerintah tidak bisa memaksakan lulusan politeknik untuk menjadi guru. Praktik di lapangan lulusan politeknik cenderung memilih berprofesi di perusahaan sesuai bidang kuliahnya. Diantara penyebabnya adalah gaji yang diterima lebih besar.

Di sejumlah kesempatan, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir mengatakan pemerintah sedang menggalakkan program revitalisasi pendidikan vokasi. Kemenristekdikti terlibat dalam penyediaan sumber daya gurunya.

’’Saya ingin lulusan dari politeknik dan jurusan non keguruan juga bisa ikut PPG untuk jadi guru,’’ katanya. Di dalam strategi Kemenristekdikti, ada tiga cara untuk menyiapkan guru produktif di SMK. Yakni dari lulusan politeknik, prodi keguruan, dan prodi teknik di universitas atau institut teknologi. (jpg/vip)

Kirim Komentar