02 Jan 2017 08:09

Sekjen Baru PBB, Warisi Konflik Israel-Palestina

MyPassion
Antonio Guterres. Foto: AFP

MANADOPOST-Di tahun yang baru, tongkat estafet kepemimpinan di Sekretariat Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), resmi berganti.

Antonio Guterres, politikus yang merupakan mantan Perdana Menteri Portugal itu resmi menjabat Sekretaris Jenderal PBB.

Pria 67 tahun bernama lengkap Antonio Manuel de Oliveira Guterres ini menggantikan Ban Ki-moon.

Dalam pidato pertamanya, Guterres menekankan pentingnya perdamaian dunia. Ini wajar, mengingat Ban Ki-moon mewariskan krisis Syria, Sudan Selatan, Yaman, Burundi, Korea Utara dan konflik Israel-Palestina ke pundaknya.

"Kita harus membantu jutaan orang yang masih terperangkap dalam konflik, menderita, belum bisa melihat kapan perang berakhir," ujar Guterres seperti dilansir dari AFP, Minggu (1/1).

Sebelum resmi menjabat sebagai Sekjen ke-9 PBB ini, Guterres memang sudah cukup akrab dengan dampak perang atau konflik. Dia menjabat Komisioner Tertinggi PBB untuk pengungsi.

"Warga Palestina dan di negara-negara konflik lainnya, berada dalam ketakutan. Perempuan, anak-anak dan laki-laki yang tewas dan terluka. Mereka juga terpaksa meninggalkan rumah mereka, direbut, mereka miskin. Tidak ada yang menang dalam sebuah perang. Semua orang kehilangan," ucap Guterres.

Mengawali tugasnya, sekaligus memulai tahun yang baru, Guterres meminta dunia untuk membuat kesamaan resolusi; menempatkan perdamaian sebagai prioritas.

"Mari kita membuat tahun 2017 ini, tahun di mana kita semua, warga negara, pemerintah, pemimpin, berusaha untuk mengatasi perbedaan-perbedaan kita. Perdamaian harus menjadi tujuan dan panduan. Semua yang kita perjuangkan sebagai keluarga, manusia, yakni martabat dan harapan, kemajuan dan kemakmuran, semua tergantung pada perdamaian. Tapi, perdamaian juga tergantung kepada kita," kunci Guterres. (jpg/vip)

Kirim Komentar