02 Jan 2017 07:58
DAK 24 M Tidak Cair

Landjar Kritik Jokowi, `Ini Sejarah`

MyPassion
Joko Widodo

MANADOPOST—Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sehan Landjar mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Karena baru di pemerintahan Jokowi, Dana Alokasi Khusus (DAK) tahap empat yang berjumlah Rp 42 miliar tidak turun.

"Ini sejarah. Dan saluruh pemerintah daerah Indonesia mengalami hal yang sama," ungkapnya.

Landjar menambahkan, akibat tidak turunnya dana yang sudah dianggarkan, menjadikan utang bagi pemerintah daerah (pemda). "Pekerjaannya sudah selesai, sementara anggarannya sudah tidak ada," sesalnya, kemarin (1/1).

Menurut Landjar, karena proyek yang sudah dikerjakan, sudah selesai tapi harus dibayar. Maka akan dijadikan beban utang di tahun anggaran 2017.

"Terpaksa kita harus membongkar lagi APBD, menggeser anggaran bagi pembayaran hutang," ujarnya.

Landjar menambahkan, jika terjadi pergeseran anggaran, maka akan ada program yang harus dihapus untuk 2017. "Jika kita tidak bayar hutang, kita bisa yang dituntut oleh pihak yang merasa dirugikan," ungkap Landjar.

Landjar menjelaskan, telah beberapa kali menghadap ke pemerintah pusat agar sisa dana transfer tersebut diturunkan. "Yang menjadi persoalan dana kas negara yang sudah habis. Ini kejadian luar biasa," tukas Landjar.

Lanjut dia, Presiden Jokowi harus melakukan evaluasi agar hal tersebut tidak terjadi lagi dan merugikan pemda. "Intinya harus ada kajian yang matang, dalam perencanaan program nasional," tutupnya.(ctr-47/can)

Kirim Komentar